' Diskominfo Gelar Diskusi Publik Peran Media Dalam Pendidikan Politik - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Diskominfo Gelar Diskusi Publik Peran Media Dalam Pendidikan Politik

Diskominfo Gelar Diskusi Publik Peran Media Dalam Pendidikan Politik

Written By Angga Harja S on Thursday, December 20, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG(LJ)-Media memiliki peranan untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitan yang disampaikan baik itu media cetak,
elektronik dalam hal ini TV,Radio maupun online.
 
Sesuai dengan tupoksinya Diskominfo Jabar melalui Bidang SKDI mengadakan diskusi publik dengan mengangkat tema peran media massa dalam pendidikan politik.Bertempat di Aula Yusuf lantai 4 Kantor Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari Kota Bandung Rabu(19/12).Acara ini dibuka Kadiskominfo Dudi Sudradjat yang diikuti 60 peserta dari berbagai media.
 
Menurut Ketua pelaksana kegiatan Kusnadi,MM yang juga Kasie Kemitraan dan Media.Kegiatan ini, bertujuan untuk lebih mendekatkan lagi kemitraan dengan wartawan dan mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilukada Gubernur Jabar tahun 2013 mendatang melalui media masing-masing sehingga rakyat menjadi tahu dan sadar tentang hak mereka dalam menyampaikan suaranya di bilik suara dengan benar,ujarnya.
 
Pada kegiatan ini, menghadirkan beberapa nara sumber diantaranya,Dede Mulkan dari UNPAD,Bunyamin Maftuh Dosen Universitas Pendidikan Indonesia dan Sahala Tua Saragih mantan wartawan yang kini menjadi Dosen Jurnalistik Fikom Unpad. Sahala dalam pertemuan tersebut mengungkapkan harapannya, agar dalam pesta demokrasi di Jabar yaitu Pemilukada Gubernur/Wagub tahun 2013, media massa mampu memberikan pendidikan politik praktis kepada rakyat Jabar.

Media, diharapkan dapat memberitakan kelima pasangan Cagub/Wacagub dengan jujur dan seimbang  baik kuantitatif maupun kualitatif. Media, juga diharapkan mampu dan mau menggali dan memberitakan integritas, moral dan jika ada media dapat memberitakan prestasi hebat mereka selama ini.

"Khalayak, jauh lebih percaya kepada kisah-kisah nyata atau aksi mereka para calon daripada pencitraan melalui iklan-iklan dan berita-berita politik yang muncul di media secara besar-besaran dan terus-menerus,"tuturnya.
 
Sementara itu, nara sumber lain dari UPI, Bunyamin Maftuh mengungkapkan, dalam pelaksanaan pesta demokrasi seperti Pemilukada ada beberapa tantangan dari perilaku masyarakat saat ini.

Perilaku tersebut, antara lain masih banyaknya masyarakat yang kurang memahami sistem politik secara benar, kurang memahami dan menerapkan sikap dan perilaku politik yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi, kecenderungan terjadinya penurunan partisipasi politik masyarakat serta kekhawatiran terjadinya indoktrinasi politik seperti pada masa orde lama dan orde baru.
 
Dede Mulkan dalam pemaparan makalahnya menyoroti,tentang peranan media sangat signifikan terhadap perilaku masyarakat.Dengan gencarnya salah satu calon mengkampayekan dirinya melalui iklan baik itu cetak maupun elektronik masyarakat menjadi tahu. "Namun hal ini, belum tentu bisa mengerakkan hati mereka untuk memilihnya, seperti di contohkannya pada Pemilukada Jakarta yang mana Foke-Nara gencar beriklan namun rakyat tidak memilih mereka,"kata dosen yang dikenal kritis  ini.(FER)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger