' Diperkosa Anak Majikan TKW Asal Desa Suranenggala Hamil Delapan Bulan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Diperkosa Anak Majikan TKW Asal Desa Suranenggala Hamil Delapan Bulan

Diperkosa Anak Majikan TKW Asal Desa Suranenggala Hamil Delapan Bulan

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 18, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ) -  Sungguh malang nasib Dewi (22) warga asal Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon. Pasalnya, selama bekerja menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) mendapat perlakuan tidak manusiawi oleh anak majikannya. Sebab, dalam kurun satu tahun Dewi di sekap dan diperkosa oleh anak majikannya hingga hamil delapan bulan.

Dewi yang didampingi orangtuanya Sadina Arsadi dan Ketua LSM Peduli Pribumi Cirebon (LSM PPC), Wagi Al Tasya  mengungkapkan nasib yang telah dialami selama menjadi TKW sambil tersedu-sedu. Dirinya benar-benar telah diperlakukan tidak manusiawi oleh anak majikannya selama bekerja.

Dewi dipaksa untuk memenuhi nafsu bejad sang anak majikan yang diketahui sudah berkeluarga. Dalam kurun waktu satu tahun, setiap tiga hari sekali dalam satu bulan dirinya disekap didalam kamar anak majikan dan harus melayani nafsu bejadnya.

Parahnya lagi setelah diketahui hamil, Dewi pun dipulangkan begitu saja oleh sang majikan tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Bahkan Dewi hanya diiming-imingi akan diberikan Rp. 200 juta oleh majikannya untuk biaya melahirkan kini di negara asalnya. Namun sayangnya janji tinggal janji, sang majikan setelah Dewi pulang kembali ke Indonesia justru sangat sulit dan tidak bisa di hubungi sama sekali.

Dewi mangatakan, dirinya diberangkatkan melalui PT SALHA PUTRI TUNGGAL yang berada di kawasan Jatinegara– Jakarta Timur pada tahun 2010 silam dengan kontrak kerja selama dua tahun. Ia baru menjalankan masa kerjanya sekitar kurang lebih satu tahun 4 bulan dan gajinya pun belum dibayar selama dua bulan bekerja oleh majikannya tersebut.

Sadina, orangtua Dewi mengaku sangat terpukul dengan kondisi anaknya sekarang ini. Karena begitu pulang dari TKW, mendapati anaknya dalam kondisi mengandung. Terlebih lagi, Dewi dipulangkan secara paksa oleh pihak majikannnya dengan hanya di beri tiket dan bekal yang tidak memadai untuk biaya hidup selama mengandung.

"Anak saya pada saat berangkat kerja sebagai TKW, stastusnya masih gadis atau perawan. Tapi sekarang dia butuh biaya hidup yang cukup," jelasnya sambil tak henti-hentinya mengeluarkan air mata kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sadina meminta pertanggungjawaban anak majikannya atas perbuatan yang telah dilakukan terhadap Dewi didepan hukum. Dia juga minta pihak pemerintah dalam hal ini Depertemen Tenaga Kerja maupun pihak perusahaan yang telah memberangkatkan Dewi.

"Saya berharap pemerintah dan perusahaan membantunya dalam memfasilitasi menyelesaikan permasalahan anaknya yang telah nyata-nyata di perkosa anak sang majikan hinga hamil," paparnya.

Sementara, Wagi Al Tasya, Ketua LSM PPC Cirebon menegaskan, sebagai LSM yang peduli terhadap warga pribumi Cirebon, terlebih lagi terhadap nasib Dewi yang masih satu desa dengannya meminta kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah dan Departemen Tenaga Kerja serta Dinas Tenaga Kerja kabupaten Cirebon untuk dapat menindaklanjuti secara tegas. Terlebih lagi terhadap TKW yang sudah memberikan sumbangan devisa kepada Negara yang cukup besar.

"Kalau tidak ada respon atau tak peduli terhadap nasib TKW/TKI, kami tidak akan segan-segan melaporkan hal ini kepada pihak berwenang," tukasnya. Was

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger