' Dinkes Jabar Luncurkan Program Antisipasi Kematian Ibu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dinkes Jabar Luncurkan Program Antisipasi Kematian Ibu

Dinkes Jabar Luncurkan Program Antisipasi Kematian Ibu

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 19, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar mengaku siap untuk melakukan upaya khusus menekan angka kematian ibu yang diakibatkan proses kehamilan dan persalinan. Dinkes berpandangan, resiko kematian ibu dan bayi baru lahir bisa dicegah jika sistem rujukan berjalan baik.

"Diharapkan pada 2015 nanti, angka kematian ibu melahirkan bisa turun sampai limapuluh persen," jelas Kepala Dinkes Jabar Alma Lucyati kepada wartawan usai peluncuran pesan singkat atau SMS gateway Sistem Informasi dan Komunikasi Jejaring Rujukan Gawat Darurat Ibu dan Bayi Baru Lahir (SiJariEmas) di Kota Bandung, Selasa (18/12).

Menurut Alma, menekan angka kematian ibu salah satunya dengan melakukan intervensi dengan sistem rujukan SMS gateway SiJariEmas. Selama ini, kata dia, Dinkes Jabar sudah mendeteksi sedini mungkin risiko kematian ibu. "Intervensi sedini dan secepat mungkin sehingga tidak ada keterlambatan penanganan," jelas Alma.

Laporan kematian ibu, tambahnya lagi, diakibatkan proses kehamilan dan persalinan yang tercatat Dinkes Jabar adalah 804 pada 2010, dan 850 pada 2011. Sementara kasus kematian bayi pada tahun yang sama menunjukan peningkatan dari 4.982 menjadi 5.070 kasus.

Provincial Team Leader Program EMAD Jabar, Djoko Soetikno, menilai kondisi tersebut memengaruhi pencapaian MDG's Nasional yaitu 102/100.000 kelahiran hidup untuk angka kematian ibu dan 32/1.000 kelahiran hidup untuk bayi, dan 19/1.000 kelahiran hidup untuk bayi baru lahir.

"Sebagian besar kematian ibu dan bayi itu dapat dicegah apabila sistem rujukan berjalan baik. Karena itu perlu memperkuat sistem rujukan," jelas Djoko seraya menerangkan, intervensi penggunaan teknologi komunikasi dan informasi yang dikembangkan pihaknya dengan cara pemanfaatan teknologi SMS.

"Sistem ini dikembangkan untuk tujuan mempercepat proses komunikasi dalam rujukan kegawatdaruratan. Bidan dibolehkan dan diharuskan mengirim SMS terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan di Puskemas atau rumah sakit untuk memastikan kesiapan fasilitas di dalam penanganan pasien rujukan," pungkasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger