' Dinilai Provokasi ,LSM Cirebon Sikapi Baliho P3C - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dinilai Provokasi ,LSM Cirebon Sikapi Baliho P3C

Dinilai Provokasi ,LSM Cirebon Sikapi Baliho P3C

Written By Angga Harja S on Thursday, December 13, 2012 | 7:00 AM


CIREBON (LJ) - Baliho Presidium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) yang berada di sejumlah tempat strategis di Kota Cirebon dinilai sejumlah kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) sebagai provokasi. Mereka menilai, pernyataan yang dimuat di baliho P3C sangat tidak pantas untuk dipasang.

Ketua LSM Laskar Merah Putih (LSM LMP) Kabupaten Cirebon, Soebandhi mengungkapkan, tulisan berbentuk pernyataan yang dimuat di baliho P3C sangat tidak pantas untuk di ekspos di masyarakat. Alasannya, karena dinilai ajakan P3C di dalam baliho untuk tidak memilih kepala daerah sangat kental dengan bentuk provokasi kepada masyarakat Ciayumajakuning.

“P3C tidak pantas mengumbar penyataan itu. Mereka itu kan orang-orang terdidik. Yang dilakukan P3C dengan mengumbar poster dan baliho juga hanya membuat semrawut maupun kotor sepanjang jalan, baik yang ada di Kota/Kabupaten Cirebon maupun daerah lainnya. Dan saya merasa hanya akan menggaggu kondusifitas masyarakat Ciayumajakuning saja,” jelasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Soebandhi merasa prihatin dengan apa yang dilakukan oleh P3C. Untuk itu, ia mengajak kepada masyarakat di Kota/Kabupaten Cirebon agar tidak terpancing dengan keberadaan baliho P3C yang dinilai provokator tersebut.

“Saya berharap masyarakat di Kota/Kabupaten Cirebon maupun lainnya jangan sampai terpancing dengan keberadaan balihho P3C yang mengarah kepada provokator tersebut. Kepada P3C, saya pun mengingatkan agar tidak memaksakan kehendak. Bersikaplah secara dewasa dalam berdemokrasi,” ujarnya.

Hal senada juga ditegaskan Ketua Gerakan Masyarakat Mahasiswa Siliwangi (GMM Siliwangi) Kota Cirebon, Yogi Septiarikza, kalau memang tidak akan memilih pada Pilgub, Pilbup dan Pilwalkot gara-gara tak mendukung pembentukan Provinsi Cirebon, itu haknya. 

"Tapi kenapa hal itu di ekspos ke kalangan masyarakat," paparnya.

Ia berharap agar pemerintah Pemkot Cirebon dan DPRD Kota Cirebon yang notabene sebagai wakil rakyat, jangan hanya berdiam diri saja terkait pernyataan yang ada di baliho P3C. Yogi minta kepada yang berwenang agar keberadaan baliho itu segera dicabut sebelum kekhawatiran masyarakat benar-benar terjadi.

“Seharusnya pemerintah maupun DPRD Kota Cirebon cepat tanggap menanggapi permasalahan seperti ini. Jika dibiarkan saja, maka dikhawatirkan ada konflik yang berkepanjangan,” tegasnya.

Terpisah, Praktisi Hukum Kota Cirebon, Agus Prayoga mengatakan, ada prosedur yang harus ditempuh dan butuh modal apa untuk bisa menjadi sebuah provinsi. Selain itu, P3C yang diketuai Nana sudiana sudah membohongi publik dengan memasang baliho dan gambar para kepala daerah yang mendukung Provinsi Cirebon.

"Sedangkan kepala daerah yang bersangkutan belum tentu mau mendukung pembentukan Provinsi Cirebon tersebut," tukasnya. EKA 
Share this article :

1 komentar:

aa hartono said...

abah subandhi....kami dukung pernyataan anda...
salam dari laskar merah putih indramayu

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger