' Depok Resmi Jadi Kota Pendidikan Inklusif - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Depok Resmi Jadi Kota Pendidikan Inklusif

Depok Resmi Jadi Kota Pendidikan Inklusif

Written By Angga Harja S on Thursday, December 20, 2012 | 7:00 AM

DEPOK (LJ) - Kota Depok, Jawa Barat, akhirnya resmi menjadi Kota Penyelenggara Pendidikan Inklusif. Hal ini seiring deklarasi yang diselenggarakan di Balairung Universitas Indonesia (UI), Rabu (19/12).

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, peran guru atau pun dosen sangat penting. Mereka membawa kita menjadi seperti sekarang ini. “Pendidikan punya pengaruh besar bagi bangsa. Tanpa pendidikan bangsa tidak akan maju,” katanya.

Ahmad menambahkan, sekolah tidak boleh membeda-bedakan pendidikan terhadap anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dengan yang lainnya. Sekolah harus memberikan pendidikan yang sama, bahkan lebih mementingkan pendidikan khusus ini.

“Pihak sekolah atau pun sesama pelajar harus saling menghormati, menghargai, dan memberi perhatian,” tambahnya. Pemprov Jabar juga akan membangun 600 sekolah tahun depan. Sekarang, lanjut Aher, sekolah di Jawa Barat baru 300 sekolah. Nantinya akan dibangun 300 sekolah lagi.

Sementara itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, guru di sekolah inklusif harus mendidikan siswa berkebutuhan khusus agar mampu meningkatkan potensinya. “Pendidikan untuk semua golongan, jangan membeda- bedakan baik anak berkebutuhan khusus maupun yang normal. Harus dikembangkan potensi, minat, dan bakatnya,” katanya.

Deklarasi juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Giat Suwarno, dan 5.000 guru se-Kota Depok.

Sebelumnya pada edisi 207, Upaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Depok. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, telah merancang perda daerah (perda) pendidikan Inklusif, demi mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan di Kota Depok.

"Ini perlu diterapkan dan dilakukan pada sekolah se-Kota Depok. Dan Pemkot Depok, saat ini sedang merancang perda pendidikan inklusif, untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Depok," kata Idris Abdul Somad Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok kepada wartawan, kemarin.

Idris mengatakan, dengan Perda itu, jumlah siswa inklusif akan dibatasi setiap sekolah. “Dengan di Perda kan, nanti akan lebih kuat lagi. Sehingga tiap sekolah paling tidak ada beberapa anak, saat ini masih bebas,” katanya.

Selain itu, tambah dia, siswa akan dibagi berdasarkan beberapa klasifikasi, yaitu ringan, sedang, hingga berat. Idris mengatakan, untuk siswa yang masuk klasifikasi berat tidak akan diizinkan untuk masuk ke sekolah formal, tapi ke Sekolah Luar Biasa (SLB). “Pemerintah juga sudah punya SLB negeri, nanti kita bisa kembangkan anak-anak yang berkebutuhan khusus yang jumlahnya sangat banyak. Jika tidak, SLB tidak bermanfaat lagi. Kita akan berikan ruang-ruang untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya.

Hingga kini, minimnya sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten masih jadi masalah yang harus dipecahkan. “Satu anak didik harus dibimbing oleh satu pengasuh. Ini sering kali memberatkan sekolah, karena SDM-nya masih kurang. Kedepan harus ada sarana dan prasarana yang sesuai untuk itu,” pungkasnya. TYS/HRS


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger