' Buruknya Koordinasi antar OPD Bobrok, Bangunan "Liar" Bermunculan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Buruknya Koordinasi antar OPD Bobrok, Bangunan "Liar" Bermunculan

Buruknya Koordinasi antar OPD Bobrok, Bangunan "Liar" Bermunculan

Written By Angga Harja S on Thursday, December 13, 2012 | 7:00 AM


BOGOR (LJ) - Bangunan baru untuk kepentingan komersial tumbuh subur di Kota Bogor. Namun, sangat disayangkan pertumbuhannya tidak disertai dengan itikad baik dari pengusaha untuk mengurus legalitasnya sebelum fisiknya berdiri. Contohnya, pembangunan Hotel Amorosa dan Pave di Lingkar Tugu Kujang, Kota Bogor.

Ironisnya, situasi ini semakin komplek karena dinas teknis seperti melakukan pembiaran. Kabar tersiar jika dinas penerbit perizinan maupun Satpol PP Kota Bogor, takut karena kebanyakan bangunan baru yang berdiri mendapat surat sakti dari pejabat tinggi di Kota Bogor.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bogor Ani Sumarni membenarkan. Ia menilai jika saat ini masalah perizinan dan pengawasan terhadap bangunan bermasalah marak di Kota Bogor. Menurutnya, faktor utama yang menjadi penyebab yakni masih bobroknya koordinasi antara satuan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di bawah pimpinan Walikota Diani Budiarto.

Dikatakannya, ada banyak hal yang menjadi kendala dalam perizinan, diantaranya memang anggaran biaya yang masih minim, personal penyidik yang masih terbatas, komunikasi dan koordinasi antar SKPD yang sangat lemah. "Misalnya Wasbangkim, dia tidak bisa menjangkau wilayah-wilayah untuk mengawasi bangunan yang ada," cetus politisi PKS ditemui LINGKAR JABAR, Selasa (12/12).

Ani mengatakan, baik Satpol PP dan Wasbangkim belum melaunchingkan kepada pihaknya terkait berapa banyak bangunan-bangunan di Kota Bogor yang menyalahi aturan. "Jadi saya melihat data-data base yang mereka miliki sangat terbatas dan tidak lengkap. Dan ini menjadi permasalahan buat saya," ujarnya

Lebih lanjut, memang seharusnya ada suatu kewajiban dari suatu OPD tehnis yang terkait dengan permasalahan perizinan ini melakukan upgrade data setiap tahunnya. "Misalnya seperti di kawasan Indraprasta, Kecamatan Bogor Utara berapa banyak bangunan yang beralih fungsi di sana yakni dari rumah tinggal menjadi tempat usaha. Pemkot Bogor, hingga kini kita tidak memiliki data tersebut," ketusnya.

Dengan adanya hal ini, lanjut Ani, Pemkot Bogor mengalami kerugian yang cukup besar hingga miliaran rupiah. Karena alih fungsi, dan membuat izin itu ada nilainya, jika pada sektor ini tidak terserap maka potensi untuk produktifitas menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat minim. "Belum ada kajian tentang kerugian dari potensi kehilangan pajak tersebut," paparnya.

Sementara itu, Anggota komisi A DPRD Kota Bogor Usmar Hariman menyayangkan Ketidak kompakan anak buah Walikota Bogor Diani Budiarto dalam menyelesaikan permasalahan perizinan. Terbukti dengan makin banyaknya bangunan berupa tower, minimarket, dan bangunan yang telah beralih fungsi yang tidak terawasi dengan baik.

"Pada 2013 konsep satu atap kita usulkan untuk berubah, jadi satu pintu. Yaitu di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) saja. Walikota diharuskan membuat Perwali yang mengatur tentang orang-orang di Bappeda, Wasbangkim, dan Pol.pp yang yang konsen dibidang perizinan awal akan dipindahkan ke BPPTPM," ujarnya.

Ia pun menambahkan, inilah tim yang nantinya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. "Permasalah ini sama saja seperti tahun 2008, walikota seperti sedang sapu bersih," tuturnya.

Hal itu juga dikatakan, seorang tokoh masyarakat Bogor Utara, mengenai keberadaan bangunan tersebut. “Kami mendesak Pemkot Bogor melalui Sat-pol.PP, untuk tegas menindak bangunan "liar" berupa ruko yang jumlahnya mencapai ratusan," ucap Wahyudin.

Terbukti, lanjut dia, maraknya pembangunan "liar" membuat kawasan kota hujan menjadi sumpek dan tidak teratur dalam menata kota. “Makanya, pemerintah jangan tutup mata. Bila perlu bongkar semua bangunan "liar" meski milik pejabat dan pengusaha kaya,” pungkasnya. WAN/ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger