' Bupati Garut Sangkal Terima Uang Ribuan Dolar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bupati Garut Sangkal Terima Uang Ribuan Dolar

Bupati Garut Sangkal Terima Uang Ribuan Dolar

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 11, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG - Bupati Garut Aceng HM Fikri menyangkal telah menerima uang dari pelapor, Asep Rahmat Kurnia Jaya. Uang sebesar US$ 25 ribu berdasarkan pengakuan Asep Rahmat, diberikan kepada Aceng sebagai uang untuk penjaringan Calon Wakil Bupati Garut yang ditinggalkan Diky Candra. Bantahan itu disampaikan Aceng saat dikonfrontir dengan pelapor di hadapan penyidik Ditreskrimum Polda Jabar terkait perkara penipuan dan penggelapan.

"Aceng membantah sudah terima uang," papar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Martin Sitompul di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (10/12). Martin menuturkan, proses konfrontir terbagi dua kelompok. Pertama, konfrontir antara pihak pelapor yakni Asep dengan terlapor yaitu Aceng Fikri dan Asep Hermawan alias Cep Maher yang juga diperiksa sebagai saksi.

Kedua, pihak terlapor dengan dua saksi lainnya masing-masing Suryana alias Isur, dan Mahmud. "Kelompok pertama ada sepuluh pertanyaan, dan kelompok kedua ada empat belas pertanyaan. Pertanyaan itu dituangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan) yang sudah ditandatangani oleh mereka yang bersaksi," terang Martin seraya menambahkan pihak penyidik akan mengkaji dan mendalami hasil konfrontir tersebut.

Setelah itu, pihaknya secara internal melakukan pengkajian itu melalui gelar perkara yang rencananya dijadwalkan dalam waktu dekat. Disinggung soal hasil konfrontir antara pelapor dan terlapor, Martin mengamini memang belum ada kecocokan atau saling beda pengakuan dari pihak berperkara. "Ada yang belum pas antara pelapor dan terlapor. Maka itu, kami akan dalami pernyataan-pernyataan pihak satu dengan pihak lain yang tadi dikonfrontir," ucapnya.

Lebih lanjut Martin memaparkan, hal krusial saat konfrontir tadi yakni terkait penyerahan uang 25 ribu dolar Amerika (waktu itu senilai Rp 250 juta) yang diklaim Asep diterima langsung oleh Aceng. Uang itu menurut keterangan Asep sebagai jaminan mengikuti penjaringan Calon Wakil Bupati Garut yang kosong setelah Dicky Chandra mengundurkan diri pada September 2011. "Pelapor mengaku memberi uang, tapi terlapor membantahnya," beber Martin.

Sementara keterangan saksi-saksi, mengakui ada uang mengalir senilai 25 ribu dolar Amerika atau senilai Rp 250 juta. Saksi pun menglaim punya bukti dari jumlah uang tersebut sudah dikembalikan sebesar Rp 50 juta kepada pelapor. "Kami masih dalami bukti transfernya," ujar Martin.

Aceng Bungkam

Sementara itu, Aceng Fikri memilih tidak berkomentar terkait pemeriksaan kasus dugaan penipuan yang dialamatkan kepadanya. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Adapun materi yang dipertanyakan tentang apa, dan berapa banyak pertanyaan, sudah saya beberkan kepada penyidik. Jadi kalian konfirmasi atau melakukan kendalaman kepada penyidik," tambah pria berkacamata ini yang sempat menjadi sorotan publik gara-gara nikah kilat dengan Fany Oktora (18).

Aceng tuntas dikonfrontir sekitar pukul 17.00 WIB. Aceng datang didampingi pengacaranya, Ujang Sujai. Awalnya Aceng menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama tiga jam mulai pukul 08.45 WIB hingga pukul 11.50 WIB. Setelah itu, orang nomor satu di Pemkab Garut itu menjalani konfrontir sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Hadir dalam konfrontir ini pelapor, Asep Rahmat Kurnia Jaya, dan tiga saksi lainnya yakni Suryana alias Isur, Asep Hermawan alias Cep Maher, dan Mahmud.

"Saya diperiksa dalam kapasitas dan status sebagai saksi. Sebagai warga negara yang baik, saya memenuhi panggilan ini," kata Aceng yang tampil berkemeja putih dan kopiah hitam. Aceng lalu bergegas menuju mobil. Langkahnya memecah kerumunan wartawan yang terus mencecar pertanyaan. Benar terima uang dan melakukan penipuan? "Selesai. Sudah selesai," singkat Aceng tanpa memberi tanggapan pertanyaan sambil masuk ke kursi belakang mobil Suzuki X-Over hitam bernopol F 1180 CF.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger