' Antisipasi Barang Impor, UKM Baju Muslimah Tingkatkan Mutu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Antisipasi Barang Impor, UKM Baju Muslimah Tingkatkan Mutu

Antisipasi Barang Impor, UKM Baju Muslimah Tingkatkan Mutu

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 26, 2012 | 7:00 AM


Gempuran baju atau pakaian Muslimah impor ternyata tidak membuat gentar pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di dalam negeri. Pasalnya, saat ini UKM yang berkonsentrasi baju Muslimah mulai memperbaharui model dan meningkatkan kualitas untuk menarik minat konsumen di tanah air yang kian membludak.

"Gempuran itu sekarang nggak berlaku bagi UKM kami. Sebab kami sudah menanggulangi dengan meningkatkan mutu, apalagi kami 90% produk dari 1.000 pedagang di sini," kata Fikri, pengelola pusat UKM di Thamrin City Lantai 5 Jakarta, Senin (24/12). Menurut dia, peningkatan mutu suatu hal yang tidak bisa dipungkiri. Mutu yang baik merupakan ajang kompetisi bagi produk impor.

"Alhamdulillah 2 tahun belakangan justru kami kebanjiran terus dari pelanggan. Pelanggan kami beberapa diantaranya berasal dari grosiran Tanah Abang, Cipulir dan lainnya," ujarnya seraya menambahkan saat ini model Muslimah sudah menjadi tuan rumah di pasar sendiri. Jadi banjirnya produk impor juga bisa dibendung.  Alasannya produk yang dijual juga sangat murah tapi tetap menjaga kualitas.

"Untuk kerudung dari kami ada yang seharga Rp14 ribu, padahal kalau dijual di tempat lain bisa lebih dari itu, karena pasar lain membelinya dari kami," katanya. Makanya, lanjut Fikri, teman-teman yang berada dalam naungan UKM-nya disarankan terus memonitor perkembangan model. Karena kalau ketinggalan model, pembeli enggan melirik.

"Saya dulu juga kegandrungan impor, tapi sekarang sudah beralih ke produk lokal. Itu saya dan kawan-kawan lakoni agar produk lokal berkibar dan UKM yang lain tidak mati," imbuhnya. Untuk omzet, tambah Fikri, dalam seminggu mencapai Rp50 juta/pekan. Namun kalau hari lebaran mencapai Rp100 juta. Soal penjualan UKM Thamrin City mengalami pasang surut. Hal itu merupakan hal yang lumrah dalam bisnis.

Sementara itu, tentang kompetitor yang berada tidak jauh dari lokasi UKM yaitu pasar Tanah Abang. Fikri menjelaskan, UKM yang berada dalam naungannya terfokus pada model Muslimah dan Muslim. Jadi itu tidak akan mengganggu persaingan antar pasar. "Kita kan fokus ke kerudung, hijab, gamis, mukena, pakaian koko dan sarung. Meskipun di sini pusat kerudung, karena awalnya memang kerudung yang banyak," katanya.

UKM ini telah berdiri sejak 2004, sebagian besar merupakan pedagang emperan pasar Tanah Abang yang pindah ke Thamrin City. Pada awalnya UKM inipun berada di emperan waduk yang berada disamping Mall ini. "Pertengahan tahun 2006 kita sudah bisa masuk ke sini, dengan biaya waktu itu membelinya Rp40 juta. Namun sekarang sudah Rp160 juta, itu harga yang termurah jika dibandingkan dengan Pasar Tanah Abang," katanya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger