' Anggaran Rp 5 Miliar, Elemen Masyarakat Tolak Renovasi Gedung DPRD Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Anggaran Rp 5 Miliar, Elemen Masyarakat Tolak Renovasi Gedung DPRD Bogor

Anggaran Rp 5 Miliar, Elemen Masyarakat Tolak Renovasi Gedung DPRD Bogor

Written By Angga Harja S on Tuesday, December 4, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR - Lolosnya anggaran Rp 5 miliar untuk biaya proyek renovasi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 terus menuai kecaman dari banyak pihak. Rencana perbaikan gedung itu memang tidak melanggar aturan, namun mendapat tentangan dari sebagian besar anggota DPRD dan sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Bogor karena dianggap pemborosan anggaran dan juga tidak tepat untuk saat ini.

Lolosnya rencana anggaran renovasi gedung itu tak pelak memunculkan dugaan adanya tindak pidana korupsi pada prosesnya. Apa pasal? Rancangan proyek renovasi itu berdekatan dengan proses Pilbup Bogor 2013 mendatang. Selain itu, ada unsur pimpinan dan anggota DPRD yang ngotot memaksakan proyek renovasi gedung DPRD Bogor. Padahal kondisi gedung DPRD yang megah itu masih layak pakai sampai beberapa tahun ke depan.

“Besarnya dana proyek renovasi gedung Dewan ini tentu saja patut dicurigai, kenapa mereka (anggota DPRD, red) ngotot? Saya kira mereka paham akan kondisi kebanyakan warga Kabupaten Bogor yang hidup dalam kesulitan dan membutuhkan sentuhan pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan. Jelas renovasi gedung itu pemborosan dan juga melukai kami sebagai masyarakat,” kata Ketua Komite Pemantau Pembangunan (KPP) Arthur Herman S kepada wartawan, Senin (3/12).

Menurut Arthur, renovasi anggaran gedung semestinya tidak terlalu besar untuk ukuran kabupaten. Selain itu pembangunan gedung itu tidak sebanding dengan kerja anggota-anggota DPRD. Kebanyakan, duga Arthur, anggota DPRD Kabupaten Bogor hanya masuk kerja saat rapat-rapat kerja yang ada honornya. Selebihnya, pada hari-hari biasa, para wakil rakyat menghilang entah kemana. “Banyak warga yang hendak menemui wakilnya di DPRD menjadi kecewa karena gedung rakyat ini sering kosong,” ujarnya.

Ketua LSM Lembaga Kajian Strategis (Lekas) Rony Syahputra juga mencuatkan dugaan proyek renovasi gedung itu hanya untuk ‘kepentingan’ oknum anggota DPRD pengusul anggaran proyek renovasi gedung DPRD. “Logikanya dimana sih, kita semua bisa melihat bahwa gedung DPRD masih sangat bagus, apalagi baru tahun kemarin Sekretariat DPRD merenovasi ruang kerja komisi-komisi Dewan senilai Rp 1,7 miliar. Jadi wajarlah kalau muncul kecurigaan dari proyek ini. Kita akan kerahkan partisipasi masyarakat untuk menolak pemborosan ini,” tegas Rony.

Dia pun meminta kepada pimpinan DPRD, khususnya yang duduk di Badan Anggaran Dewan, untuk merespon keberatan elemen masyarakat terhadap rencana renovasi yang menelan biaya cukup fantastis. "Kalau pimpinan Dewan menyetujui, maka perlu dilakukan investigasi hukum dalam proses penganggarannya. Dan ketika pelelangan proyek renovasi ini, harus dikawal agar kita tahu siapa pemenangnya, apa memang sudah diatur pemenangnya atau bagaimana. Yang jelas proyek renovasi dengan biaya 5 miliar tidak masuk diakal," imbuhnya.

Protes yang datang tak hanya LSM saja, ada juga fraksi yang menolak rencana renovasi itu. Mereka adalah fraksi PDIP dan Gerindra. Alasannya, gedung yang sekarang ditempati para wakil rakyat tersebut masih terbilang megah dan mewah. Tidak ada alasan yang mendasar yang mengharuskan gedung ini direnovasi. “Sejak awal pembahasan RAPBD, Gerindra langsung menolak dan tidak setuju renovasi tersebut. Untuk apa direnovasi, kantor kita masih kokoh dan mewah kok,” jelas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kab.Bogor, Iwan Setiawan.

Hal senada diutarakan Anggota Fraksi PDIP, Edison Hutahaean. Menurutnya, ketimbang untuk renovasi, lebih baik anggaran Rp5 miliar dialihkan untuk pelayanan kesehatan dan pendidikan. “Aneh juga, Gedung DRPD Kab Bogor masih menjadi salah satu gedung wakil rakyat termegah dan terbagus di Jawa Barat. Untuk apa harus direnovasi. Kalau mau juga renovasi kecil-kecilan saja, dan anggarannya pun tidak perlu sampai Rp5 miliar,” ucapnya prihatin.DED/BSR
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger