' Alamak...! Bantuan Warga Miskin Dipotong - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Alamak...! Bantuan Warga Miskin Dipotong

Alamak...! Bantuan Warga Miskin Dipotong

Written By Angga Harja S on Thursday, December 27, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ) - Kendati sudah mendapat bantuan Program Rumah Tidak layak Huni (Rutilahu) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, namun warga penerima bantuan masih tetap mengeluh. Keluhan itu muncul lantaran anggaran yang diterima mereka (penerima,red) dalam keadaan tak utuh atau diduga telah dilakukan pemotongan pihak pelaksana. 

Seperti diakui Jalil, warga Desa Serang Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon, saat menerima bantuan Rutilahu dari pemerintah sebesar Rp 8 juta, yang diterimanya hanya sekitar Rp 7.100.000. Dan itu berupa barang bahan material bukan uang. 

"Kami tidak tahu apakah memang ada potongan atau apa. Yang jelas saat menerima bantuan berupa bahan material, setelah dihitung-hitung tidak sampai Rp 8 juta," ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Ia menjelaskan, dari jumlah bantuan yang diterimanya dari pihak pelaksana itu ternyata tidak mencukupi untuk memperbaiki rumahnya. Sehingga, dirinya harus menjual harta satu-satunya berupa sepeda agar bisa membeli kekurangan bahan material tersebut.

"Tak hanya sepeda, kami juga menjual kandang ayam kepada tetangga agar bisa melanjutkan pembangunan rumah," ujarnya.

Jalil mengungkapkan, bantuan dalam bentuk barang atau meterial yang dikirim oleh pelaksana di lapangan berinisial ABD dari Desa Slangit Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon itu tidak diketahuinya sama sekali. Sehingga, hal wajar jika dirinya menduga telah terjadi pemotongan dari jumlah anggaran dengan pembelian bahan material.

"Parahnya lagi, didalam pelaksanaan pembangunan pihak pelaksana diduga kuat tidak bertanggungjawab. Apalagi rumah yang dibangun sangat memprihatinkan sekali, karena kondisinya masih acak-acakan dan amburadul. Akibatnya, kami tidak dapat menempatinya dan harus numpang di rumah tetangga," akunya.

Awalnya Jalil berharap setelah mendapat bantuan dari pemerintah itu, dirinya bisi hidup dan tinggal di rumah layak. Namun, harapan dan keinginannya itu hancur seketika bila melihat kondisi pembangunan rumahnya tersebut. 

"Terus terang, kami sangat menyayangkan dengan keadaan sekarang. Sebab, bukannya memiliki rumah layak dan sehat sesuai program pemerintah, tapi yang terjadi malah kondisinya tak karuan. Beruntung ada tetangga yang masih berbelas kasih kepada keluarga kami, sehingga bisa tinggal dulu disana," paparnya.

Penderitaan Jalil dan keluarganya semakin menjadi, karena para pekerja yang mengerjakan pembangunan rumahnya tidak mau meneruskan pekerjaannya. Alasan mereka, belum ada bayaran.

"Kami harus bagaimana mas. Dan harus mengadu kepada siapa lagi. Kami berharap agar pemerintah melakukan pengecekan atau turun kelokasi pembangunan rumahnya tersebut," tukasnya. WAS 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger