' Aksi Puluhan Massa Ke Gedung Dewan Sia-sia - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Aksi Puluhan Massa Ke Gedung Dewan Sia-sia

Aksi Puluhan Massa Ke Gedung Dewan Sia-sia

Written By Angga Harja S on Friday, December 14, 2012 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) – Unjuk rasa yang dilakukan puluhan massa tergabung dalam Garis (Gerakan Islam Indramayu) ke gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (13/12) terkesan sisa-sia. Pasalnya, saat aksi damai yang mendesak agar pemerintah daerah lebih serius dalam menegakkan supremasi hukum di Indramayu itu, tidak terlihat satu wakil rakyat pun nonghol. Karena, gedung dewan itu dalam keadaan kosong tanpa penghuni.

Setelah beberapa waktu berorasi di depan gedung DPRD yang tidak ada penghuninya itu, para pengunjuk rasapun bergerak menuju kantor Pengadilan Negeri (PN) di iringi barisan polisi Polres Indramayu yang terus berjaga di ruas Jalan Sudirman. Di depan halaman PN Indramayu para pengunjuk rasa disambut baik Haryanta, mewakili Ketua PN Robert yang saat itu sedang tidak berada di tempat.

“Kami dari pihak Pengadilan Negeri Indramayu, sangat mendukung apa yang menjadi tuntutan saudara-saudara, apalagi dengan aksi damai seperti ini. Untuk itu mari bersama-sama kita tegakan supremasi hukum di Indramayu,” ujar Haryanta di hadapan para pengunjuk rasa.

Koordinator Garis, Nurokhman menjelaskan kalau selama ini ada semacam fenomena pemutarbalikan sejarah dan pembodohan berjamaah yang justru dilakukan orang-orang mengerti hukum. Jelas ini sangat naïf yang bisa menghancurkan karakter bangsa dan masyarakat Indramayu khususnya.

"Libat saja sampai saat ini masih banyak kasus-kasus korupsi yang ditangani pihak kejaksaan tapi tidak jelas penyelesaiannya," papar Nurokhman.

Usai menyuarakan tuntutannya di halaman PN Indramayu, para pengunjuk rasa pun bergerak menuju Kantor Kementrian Agama Indramayu guna menanyakan perihal yang dianggap melecehkan atau mendiskreditkan mantan Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pelecehan itu, kata Nurokhman, terkuak didalam soal ulangan akhir semester (UAS) Madrasah Aliyah (MA), di butir 40 mata pelajaran Sejarah untuk kelas XII IPA dan IPS yang dibuat Badan Kerjasama Madrasah Swasta (BKMS).  Tertulis pertanyaan  “pada masa pemerintahan Abdurrahman wahid, tidak berjalan lama kurang dari satu tahun, karena kasus: a, Bapindo, BLBI, Korupsi Anggaran, buloggate dan Singapuragate.”

Koordinator Garis mendesak agar persoalan ini segera diselesaikan dan melakukan permintaan maaf pada NU, dan kepada masyarakat Indonesia. "Sebab Gusdur bukan hanya milik NU tapi juga rakyat Indonesia," tegas Nurokhman. SLH/ACP        

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger