' Akibat Tak Ada Pengwasan, Pekerjaan TPT Diduga Asal Jadi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Akibat Tak Ada Pengwasan, Pekerjaan TPT Diduga Asal Jadi

Akibat Tak Ada Pengwasan, Pekerjaan TPT Diduga Asal Jadi

Written By Angga Harja S on Monday, December 17, 2012 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) – Gara-gara tidak adanya pengawasan dari Dinas Bina Marga dan Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Barat (Jabar), pekerjaan pemasangan TPT (Tembok Penahan Tanah) yang masuk kedalam proyek pelaksanaan Jalan Nasional Lohbener-Indramayu bantuan dari APBD provinsi menjadi sorotan kalangan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Pasalnya, proyek yang menghabiskan anggaran puluhan miliar sebagai pekerjaan kontruksi dan peningkatan stuktur jalan Mulia Asri II Indramayu dinilai asal jadi.

Seperti di ungkapkan Sanusi, LSM Perak (Peduli Rakyat) Indramayu, setelah melihat pelaksanaan pekerjaan PT Conblok Infratecno selaku pemenang proyek bantuan Provinsi Jabar yang diserahkan pekerjaanya kepada PT Sari Bumi Raya, terindikasi mencari keuntungan pribadi dan terkesan merugikan uang Negara.

”Seharusnya pihak PU provinsi tanggap terhadap hasil pekerjaanya. Apalagi TPT belum diserahkan kondisinya sudah retak dan ambrol. Saya yakini, SPJ yang dibuat juga dimanipulasi karena tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Temuan ini sudah menjadi tugas inspektorat dan aparat penegak hukum untuk melakukan evaluasi terhadap hasil pekerjaan rekanan pemerintah itu,” ungkapnya.

Sementara, Halim, kepercayaan sub kontraktor PT Sari Bumi Raya Subang mengatakan, pemasangan TPT yang dikerjakannya itu dengan panjang 1000 kubik, dan adapun spesifikasi atau ketentuan jenis material pihaknya tidak mengetahui dengan jelas, apakah sesuai bestek atau tidak.

”Saya hanya cheker pak, tugas saya menerima material dan mengawasi orang kerja saja. Masalah standar material tanyakan saja sama pa haji Dayat pimpinan saya, karena dia yang tanggung jawab,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut akhir pekan lalu. 

Saat ditanya berapa ukuran standar kombinasi adukan pasir dan semen yang diterapkan, Halim menjawab 6:1 sebagaimana biasa dan terkesan gugup untuk menerangkanya. Bahkan jenis semen yang digunakan juga bervariasi dari mulai semen Tiga Roda, Holcim dan Semen Gresik. Yang lebih menghawatirkan lagi, pelaksanaan pekerjaanya itu tanpa diawasi oleh pengawas PU dan pihak Perusahaan PT Conblok Infratecno. 

“Saya kan sudah bilang hanya cheker. Kapan pekerjaan itu harus selesai, berapa total kontraknya dan konsultan lapangan juga lupa-lupa ingat," tukasnya.

H. Dayat, pemilik PT Sari Bumi Raya yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan itu saat dihubungi melalui nomornya dalam keadaan tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana pembanguna proyek TPT itu belum memberikan informasi. IHS.




Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger