' Akibat Pembangunan Molor, Pedagang Pasar Pasalaran Ngaku Rugi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Akibat Pembangunan Molor, Pedagang Pasar Pasalaran Ngaku Rugi

Akibat Pembangunan Molor, Pedagang Pasar Pasalaran Ngaku Rugi

Written By Angga Harja S on Monday, December 10, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ) – Nasib para pedagang di Pasar Pasalaran Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon saat ini sangat mengkhawatirkan. Karena, pasca molornya pembangunan pasar tradisional yang dikerjakan PT Devosindo bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp.5 miliar dan APBD Kabupaten Cirebon senilai Rp.500 juta dinilai telah merugikan pedagang. 

Itu terjadi, lantaran musim hujan mulai mengguyur baik Kabupaten maupun Kota Cirebon yang mengakibatkan omzet para pedagang Pasar Pasalaran merosot. Sebab renovasi yang belum selesai, menyebabkan air hujan masuk ke area pasar.

Eno, salah seorang pedagang baju mengatakan, bahwa kios miliknya terendam air akibat derasnya hujan dalam beberapa minggu ini. “Kalau hujan gede, kios saya banjir dan konsumen juga berkurang Mas. Bagaimana bisa nyaman, pasar becek kaya gini,” keluhnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Parahnya lagi, kata Eno, beberapa kali terjadi banjir di lokasi pasar. Dia tak habis pikir, proses renovasi justru membuat area berjualan mereka tergenang air. “Sebelum ada pembangunan, pasar ini belum pernah mengalami kebanjiran,” papar pedagang baju di lokasi pasar tradisional itu.

Keluhan sama juga disampaikan Anto, pedagang lainnya. Ia bahkan mengalami lebih parah lagi. Karena semua barang dagangannya pernah basah kebanjiran. Kini beberapa pedagang menggunakan payung dan terpal untuk menghalangi air masuk ke area pasar tersebut.

Sementara, pedagang yang kiosnya belum diperbaiki mengaku tidak mendapat kepastian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun pengusaha pelaksana proyek, terkait kapan akan dilaksanakan renovasi (mendapat giliran renovasi). “Belum tahu, kapan kios saya akan diperbaiki,” kata Ujang, pedagang kue.

Dia hanya berharap agar kiosnya segera diperbaiki agar omzet daganganya kembali meningkat. “Kalau becek kaya gini gimana enggak turun Mas omzetnya. Pembeli saja enggan masuk ke pasar,” jelasnya.

Menyikapi keluhan para pedagang Pasalaran, Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon rupanya belum berencana memanggil Disperindag dan kontraktor. 
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Arif Rahman menegaskan, wakil rakyat baru akan memanggil Disperindag dan kontraktor setelah melakukan kunjungan ke lokasi. “Tapi jika keperluannya mendesak, saya akan segera memanggil dinas terkait dan pengusahanya," akunya. 

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Yuningsih berencana akan memanggil dinas dan kontraktor untuk memberikan keterangan perihal proses renovasi pasar, sekaligus menjawab kabar akan adanya pengosongan paksa terhadap para pedagang yang masih berjualan di dalam pasar.

Yuningsih juga meminta agar Disperindag dan kontraktor konsekuen dengan persetujuan awal, bahwa renovasi Pasar Pasalaran harus selesai tanggal 29 Desember 2012. Ia mengingatkan, pengusaha agar melaksanakan pembangunannya tidak asal-asalan. “Saya pikir pembangunan harus dikejar. Tapi perlu diingatkan jangan sampai dilakukan secara asal," tukasnya. GYO/HEN 
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger