' Akibat Pegawai Jarang Ngantor Warga Penguragan Keluhkan Pelayanan UPT PPKB - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Akibat Pegawai Jarang Ngantor Warga Penguragan Keluhkan Pelayanan UPT PPKB

Akibat Pegawai Jarang Ngantor Warga Penguragan Keluhkan Pelayanan UPT PPKB

Written By Angga Harja S on Wednesday, December 5, 2012 | 7:00 AM


KAB.CIREBON (LJ) – Keberadaan Kantor UPT PPKB di Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon yang ada di Desa Kalianyar dikeluhkan warga setempat. Keluhan itu muncul ketika warga akan meminta pelayanan penandatanganan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), tidak ada satupun pegawai yang di gaji pemerintah itu berada di kantor. Sehingga, kantor pelayanan itu terlihat sepi tak ubahnya seperti kuburan lantaran tidak ada penghuninya.

 "Saya minta Bupati Cirebon menindak tegas pegawai di UPT PPKB Panguragan ini, karena telah mengabaikan tugas dan fungsinya," kata Tumari (41), warga asal Desa Panguragan Wetan kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, akibat tidak adanya penghuni yang bertugas di Kantor UPT PPKB itu, untuk penandatanganan SKTM menjadi terhambat. Padahal, saat dirinya mendatangi kantor tersebut masih masuk kedalam jam kerja.

 "Masa baru jam 10.00 WIB keadaan kantor pelayanan sudah sepi penghuni. Parahnya lagi, kantornya telah dikunci gembok," jelas Tumari dengan nada kesal.

Keluhan sama juga dikatakan, Ahmad (29), warga Desa Karanganyar, apabila dirinya yang termasuk kedalam kategori warga miskin merasa telah ditelantarkan pemerintah. Sebab, akibat jarangnya pegawai UPT PPKB berada di kantor membuat keperluannya mendapatkan tandatangan SKTM terhambat.

 ”Memang benar mas, Kantor UPT PPKB tersebut hampir setiap hari jarang ada petugasnya. Itu saya alami saat minta tandatangan SKTM sekitar jam 11.00 WIB, tak tahu ada keperluan apa petugas di kantor keluar semua," terangnya.

Ahmad mengungkapkan, dirinya pernah menghubungi Kepala UPT PPKB saat meminta tandatangan SKTM yang kondisinya lagi penting, namun sayangnya hendphon milik Kepala UPT bernama Heri itu dalam kondisi tidak aktif. Karena SKTM dibawanya itu sangat mendesak untuk keperluan pengurusan pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit di Bogor maka dirinya menghubungi pegawai UPT setempat bernama Teguh dan meminta agar menunggu sampai jam 14.00 WIB.

 "Karena jam yang dijanjikan Teguh itu terlalu lama, sedangkan dua orang pasien sedang menunggu perawatan dari rumah sakit, saya minta agar secepatnya datang ke Kantor UPT PPKB," paparnya.

Sayuti (33), warga Desa Kalianyar Kecamatan Panguragan membenarkan, Kantor UPT PPKB tersebut jarang terlihat pegawai yang masuk kantor. Sehingga warga yang membutuhkan pelayanan penandatangan SKTM mengalami kesulitan.

 "Pernah warga yang membutuhkan tandatangan SKTM mendatangi rumah pegawai UPT PPKB, karena dari siang sampai sore kantor itu tak ada pegawai yang ngantor sama sekali. Tapi sesampainya di rumah pegawai tersebut, warga kembali di kecawakan, sebab pegawai berasalan cap atau stempelnya ada di kantor, dan kunci kantor dibawa temannya yang lain," ujarnya.

Sayuti berharap, banyaknya keluhan warga saat meminta pelayanan kepada perwakilan dinas di wilayah itu, dirinya minta ada tindakan tegas kedisiplinan pegawai dari Pemkab Cirebon. "Itu harus dilakukan pemerintah, karena kalau dibiarkan kejadian ini akan terus terjadi," jelasnya.

Terpisah, Teguh, pegawai UPT PPKB Kecamatan Panguragan mengatakan, dirinya sedang ada tugas di luar dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun.

 ”Ma’af mas, pegawai di sini cuma ada 4 orang dan itupun ada tugas di luar semua. Maka tidak bisa di wakilkan oleh siapapun. Jika ada yang mau pelayanan penandatanganan SKTM, telpon saya saja langsung,” tukasnya. HEN

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger