' Usai Diperiksa Polisi, Bupati Purwakarta Laporkan Akun Facebook - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Usai Diperiksa Polisi, Bupati Purwakarta Laporkan Akun Facebook

Usai Diperiksa Polisi, Bupati Purwakarta Laporkan Akun Facebook

Written By Angga Harja S on Wednesday, November 28, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jabar, Selasa (27/11). Tapi itu bukan karena dia menjadi tersangka dalam kasus tertentu, dia diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh Bendahara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Entin Kartini, terkait penggelapan uang milik seseorang senilai Rp.2,4 miliar.

Tidak hanya hadir untuk memenuhi panggilan sebagai saksi saja, Dedi Mulyadi yang maju kembali dalam Pilbup Purwakarta 2013 mendatang, juga datang sekaligus untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik di akun situs media sosial Facebook kepada Polda Jabar. "Hari ini juga saya melaporkan kasus pencemaran nama baik di media sosial Facebook. Saya dijelek-jelekan, dikatakan pemuja Nyi Roro Kidul dan lain sebagainya," kata Dedi kepada wartawan di Mapolda Jabar.

Orang yang dilaporkannya ini, kata Dedi, bernama Ende Mulyana. Dia menduga Ende ini, adalah simpatisan salah satu calon bupati. Karena merasa telah dicemarkan nama baiknya, Dedi melaporkan yang bersangkutan atas pelanggaran Undang-undang ITE No 11 tahun 2008. "Untuk kasus ini saya melaporkannya ke polisi karena ini pencemaran nama baik," tegasnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan dia sama sekali tidak tahu menahu terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan Bendahara Pemkab Purwakarta Entin Kartini. "Saya hanya dimintai keterangan saja. Atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh Bendahara Pemkab Purwakarta Entin Kartini, dengan pelapornya Ahmad Syafei Romli," kata Dedi lagi.

Menurutnya, uang sebesar Rp2,4 miliar tersebut dipinjam oleh Entin pada 2007 dari Ahmad Syafei Romli. Dalam bentuk uang uang tunai sebesar Rp1,65 miliar, emas yang telah diuangkan, dan sisanya dibayar dengan jasa senilai Rp800 juta, hingga totalnya mencapai Rp2,4 miliar. "Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan saya. Mungkin uangnya dipakai untuk kepentingan pribadinya saja, lagi pula saat itu saya menjabat sebagai wakil Bupati, bukan tupoksi saya," jelasnya.

Sedangkan terkait utang Dedi kepada Ahmad Syafei Ramli pada saat Pilkada dulu sebesar Rp250 juta, Dedi mengatakan telah dibayar, bahkan dilebihi menjadi Rp300 juta. "Memang saat Pemilukada dulu, salah satu tim sukses saya pernah pinjam uang kepada Ahmad Syafei Romli ini. Tapi itu sudah beres dibayar, bahkan dikasih lebih sebesar Rp50 juta," katanya.

Dedi kembali menegaskan, kasus tersebut sama sekali tidak terkait dengan dirinya. Hanya saja, hal ini dikait-kaitkan oleh pihak tertentu untuk menjatuhkan namanya, khususnya menjelang momen Pilkada Purwakarta dimana dirinya maju kembali sebagai salah satu calon. "Ini kaitannya dengan Pemilukada, semua dikaitkan dengan saya. Dan dilakukan oleh salah satu calon yang menganggap hal seperti ini produktif, kalau menurut saya tidak produktif," terangnya.

Hal ini, lanjut Dedi, berawal dari pemberitaan dari salah satu media lokal di Purwakarta. Namun demikian, dia mengaku belum berniat mengadukannya kepada pihak Kepolisian. Saat ini, dia menunggu itikad baik dari media tersebut. "Saya belum akan melaporkan media itu, menunggu klarifikasi dan permohonan maaf di media massa selama 15 hari berturut-turut. Jika tidak ada itikad baik, maka saya akan melayangkan somasi. Karena memang pemberitaannya tanpa konfirmasi kepada saya," tegasnya.

Dedi juga mengatakan, saat ini memang marak isu-isu miring untuk menjatuhkan namanya dan diumumkan di tempat-tempat umum, seperti di masjid dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan oleh lawan-lawan politiknya. "Seperti hari ini, ada selebaran di salah satu kecamatan. Isinya mengatakan kalau saya itu punya utang sebesar Rp4,5 miliar," tandasnya seperti ingin mengeluhkan nasib yang dialaminya kepada wartawan. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger