' Terkait Kecaman Terhadap Yance Ketua ICMI Indramayu Menilai Tidak Mendasar - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Terkait Kecaman Terhadap Yance Ketua ICMI Indramayu Menilai Tidak Mendasar

Terkait Kecaman Terhadap Yance Ketua ICMI Indramayu Menilai Tidak Mendasar

Written By Angga Harja S on Tuesday, November 27, 2012 | 7:00 AM

INDRAMAYU (LJ) – Adanya kecaman dari tokoh masyarakat yang mengatasnamakan Forum Umat Islam Indramayu Bersatu (FUIIB) terhadap uraian ceramah mubaligh nasional KH. Moh Nur Iskandar saat kegiatan istighatsah yang diselengarakan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) Orda Indramayu, mendapat tanggapan serius Ketua Orda ICMI Kabupaten Indramayu, H.Supandi.

Menurut dia, pernyataan tersebut tidak didasari fakta yang ada di Kabupaten Indramayu, yaitu buah pemikiran dan karya pak Yance saat menjadi Bupati Indramayu terbukti pembangunan keagamaan di wilayahnya sangat pesat. Bahkan prestasi tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah pusat dan provinsi Jawa Barat dalam bentuk penghargaan yang begitu banyak.

Wujud kongkritnya dilapangan, kata Supandi, melalaui sikap dan prilaku masyarakat Indramayu yang sangat toleran, familier dan agamis disemua tataran. Hal itu sangatlah wajar manakala orang yang mempunyai pemikiran terhadap pembangunan dakwah islam sangat mengaharapkan pemimpin yang ada di Negara dan disemua tingkatan seperti sosok kang Yance.

 "Karena sosok kepemimpinannya mempunyai komitmen terhadap pembangunan keagamaan dan juga mampu memberdayakan umat islam," ungkapnya saat dihubungi LINGKAR JABAR dalam menyikapi konflik pasca kegiatan istighatsah yang digelar ICMI.

Supandi menyatakan, pernyataan itu patut diluruskan, bahwa pihaknya mengakui jika pak Yance disamakan dengan Nabi sebuah kenaifan dan terlalu mengada ada. Maka yang benar adalah, bagaimana perjuangan yang sudah dilakukan oleh Nabi tersebut kemudian ditiru dan diamalkan pak Yance.

 “Bagaimana Nabi mengajarkan kepada kita dalam sebuah tuntunannya sebagai seorang pemimpin untuk dapat menanamkan semangat dalam menyebarkan syiar agama Islam. Pak Yance sudah melakukannya dengan kebijakan-kebijakan religius sewaktu menjadi Bupati Indramayu, hal inilah yang kemudian dimaksudkan dalam pemaparan kiyai tersebut,” jelasnya.
 
Supendi berharap, masyarakat Indramayu jangan terpancing dan terprovokasi oleh pernyataan tersebut, mari bersama tunjukan soliditas sesama muslim sehingga dapat tercipta kehidupan yang rukun damai dan sejahtera.

Seperti diketahui, kegiatan istighosah yang diselenggarakan ICMI di Alun-alun Kota Indramayu belum lama ini, mendapat sorotan sekaligus kritik dari FUIIB. Pasalnya, uraian ceramah mubaligh Nasional KH. Moh Nur Iskandar telah mengarah pada politisasi agama dan mengundang kontroversi dari kalangan umat Islam di Indramayu.

Diantaranya, perjuangan Yance sama dengan Nabi, mewajibkan kepada umat Islam untuk membaca surat Al Fatihah setelah sholat untuk kemenangan Yance. Parahnya lagi, pernyataan kyai Nur tersebut cenderung menuding Jawa Barat sebagai pusatnya aliran sesat tanpa berdasarkan fakta dan kondisi dilapangan.

Seperti diungkapkan, Solihin, juru bicara FUII Kabupaten Indramayu, seharusnya ulama sebagai pewaris Nabi dalam menyampaikan mau’idhahnya lebih arif dan bijak dengan menyampaikan yang hak dalah hak, dan yang bathil adalah bathil bukan sebaliknya.

"Yang kami sampaikan ini adalah bukan berarti protes terhadap kegiatan Istighosahnya, tapi meluruskan bahwa ceramah yang disampaikan kiyai itu lebih pada perspektif da’wah dalam meluruskan politik untuk agama, bukan politisasi agama," tegasnya saat mengelar jumpa pers di Café Fira Jl.Jendral Sudirman-Indramayu, Rabu ( 21/11).

Atas kesimpulan dan temuan ceramah Ulama Nasional itulah, maka FUII Kabupaten Indramayu menyatakan sikap sebagai berikut, yaitu meminta KH. Moh Nur Iskandar segera mencabut statemen yang tidak berkualitas, mengandung unsur penistaan, menyebar kebencian dan permusuhan sesama warga Jawa Barat, serta meminta maaf kepada masyarakat Indramayu maupun Jawa Barat.

Kemudian, lanjut Sholihin, apabila dalam sepuluh hari Kyai Nur tidak memperhatikan sikap FUII, maka masalah ini akan diadukan ke Mabes Polri. "Kami serius untuk mendalami temuan ini, bahkan sudah kami kordinasikan dengan rekan-rekan ormas Islam di wilayah 3 Cirebon atas pernyataan Kyai Nur itu. Kami juga akan merapat dengan Ulama Kultural di Indramayu untuk dibahas lebih lanjut dari ceramah tersebut," papar Sholihin yang juga Bupati LIRA Indramayu. IHS/SLH
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger