' PNS Perempuan Kecewa Perilaku Bupati Garut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PNS Perempuan Kecewa Perilaku Bupati Garut

PNS Perempuan Kecewa Perilaku Bupati Garut

Written By Angga Harja S on Friday, November 30, 2012 | 7:00 AM

GARUT - Cibiran serta kecaman terhadap perilaku Bupati Garut Aceng HM Fikri yang melakukan pernikahan kilat (empat hari) dengan seorang Fany Octora, gadis berusia belasan tahun--warga Kampung Cukang Galeuh, Limbangan, tak hanya datang dari kalangan masyarakat. Kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Garut sepertinya juga tak senang akan ulah pimpinan mereka yang dinilai tidak memberikan contoh atau teladan yang baik kepada masyarakat.

Cibiran atau cemohan PNS itu sempat terekam ketika Bupati Aceng memimpin upacara apel pagi Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-41 di Lapangan Otto Iskandar Dinata/Alun alun Garut, Kamis (29/11). Entah siapa yang mengomandonya, saat memasuki lokasi upacara, persis sebelum menaiki podium upacara, Bupati Garut Aceng disambut sorak dan cemoohan yang datang serentak dari arah peserta upacara. Suara cemoohan kebanyakan dari PNS perempuan.

Sangat mungkin, sorak cemoohan tersebut berkaitan dengan kasus pernikahan Aceng Fany Octora yang berumur singkat namun meninggalkan setumpuk persoalan berkepanjangan, sehingga menjadi konsumsi pemberitaan di berbagai media massa akhir-akhir ini. Sejumlah PNS perempuan peserta upacara mengaku teriakan serta cemoohan mereka terhadap Bupati Aceng berlangsung spontan. Hal itu mereka lakukan karena merasa malu atas perbuatan Aceng HM Fikri seperti diberitakan.

Menurut seorang PNS perempuan, bagi mereka tidak pantas seorang pemimpin daerah berkata tentang kasus kawin sirinya seperti ditayangkan media massa. Perkataannya itu tidak mencerminkan kewibawaan. Padahal itu berdampak tidak langsung terhadap aparat bawahannya di lingkungan PNS Garut. Namun demikian, Bupati Aceng terlihat tidak menanggapi sorakan dan cemoohan itu.

Di lain pihak, sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Garut mengusulkan kasus pernikahan siri dan singkat dilakukan Bupati Aceng dengan Fany Octora, menjadi pembahasan di sidang dewan. Mayoritas anggota DPRD menilai kasus tersebut merupakan isyarat jatuhnya etika dan keteladanan seorang pemimpin di Kabupaten Garut dan dikhawatirkan menyebabkan anjloknya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin.

Pandangan mereka atas kasus tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Garut di gedung DPRD setempat melalui Pandangan Umum masing-masing Fraksi tentang Pembahasan 6 buah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), dan Permohonan Persetujuan DPRD tentang Pembangunan Pasar Limbangan, Kamis (29/11/2012).

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri mengaku, menerima usulan dari sejumlah fraksi agar kasus perkawinan siri dan singkat Bupati dibahas DPRD. Namun hal itu belum bisa dilakukan karena hanya baru empat fraksi dari 8 fraksi yang ada di DPRD Garut. "Kita baru akan dapat membahasnya bila seluruh fraksi mengusulkannya. Sampai saat ini baru ada empat fraksi mengusulkan untuk membahasnya," ujar Bajuri seraya menambahkan dirinya tak mau mengomentari persoalan yang kini membelit Bupati itu.

Fany Dihina

Sementara itu, pihak keluarga Fani Oktora mengaku bahwa Fany pernah dicaci maki dan diancam Bupati Aceng melalui SMS, karena diduga telah menyebarkan foto-foto perkawinannya melalui internet. Sampai akhirnya pernikahan dirinya dengan sang bupati pun terungkap ke publik. "Bupati mengirim SMS ke Fani dengan nada-nada sangat kasar. Bahkan, ada juga nada-nada ancaman, jadi Fani pun shock dan ketakutan," jelas Ujang Sunaryo, salah satu keluarga Fani, sekaligus juru bicara keluarga, kemarin.

Pesan singkat yang diterima Fani melalui ponselnya itu, membuat keluarga mempertanyakan kewibawaan sang bupati. Terlebih setelah Bupati Garut Aceng sempat tidak mengakui pernikahan tersebut. Padahal, kata Ujang, Fani hanya ingin bupati meminta maaf kepada keluarganya. "Fani hanya ingin bupati minta maaf kepada keluarganya, soalnya ibu Fani sakit parah akibat kejadian ini," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Garut Aceng Fikri bersikeras tidak menyalahi aturan saat menikah siri dengan Fani, gadis berusia 19 tahun asal Limbangan, Kabupaten Garut. Ia justru menganggap kasus ini sengaja diembuskan lawan politik guna mencemarkan nama baiknya. "Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sejak 16 Agustus 2012 dengan surat kesepakatan di atas meterai, dengan kompensasi nominal tertentu. Mungkin ada pihak yang mau menghancurkan nama baik saya jelang Pemilihan Bupati Garut 2013 nanti," kata Aceng saat melakukan jumpa pers di Garut, Rabu (28/11) lalu. BDN/JUL
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger