' Panwaslu Jabar Mengeluh, KPU Merasa Mesra - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Panwaslu Jabar Mengeluh, KPU Merasa Mesra

Panwaslu Jabar Mengeluh, KPU Merasa Mesra

Written By Angga Harja S on Wednesday, November 28, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar menolak anggapan jika selama ini pihaknya tidak pernah menganggap keberadaan dan peran Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Jabar. KPU Jabar malah menyatakan hubungannya selama ini dengan Panwaslu baik-baik saja, malah merasa mesra.

"Saya dan jajaran KPU Jabar merasa mesra dengan Panwaslu kok," kata Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat saat ketika dihubungi wartawan, Selasa (27/11). Menurutnya, KPU dan Panwaslu memang harus bersinergi dalam menyelenggarakan Pemilukada Jabar. Namun ada hal-hal tertentu yang memang bukan ranah Panwaslu.

Misalnya dalam proses verifikasi berkas persyaratan pasangan calon. Dalam verifikasi, tugas Panwaslu hanya mengawasi, bukan ikut memverifikasi. "Tugas mereka kan mengawasi," cetus menanggapi keluhan Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat.

Dalam tes kesehatan misalnya, Panwaslu tidak perlu terlibat langsung atau masuk dalam ruang pemeriksaan. "Apalagi Panwaslu kan bukan ahlinya," ungkap Yayat. Soal hasilnya, IDI juga akan menyerahkan hasil tes kesehatan ke KPU dan bisa dilihat oleh Panwaslu.

Sementara soal sulitnya Panwaslu mendapatkan data, diakui Yayat memang ada hal tertentu yang tidak diberikan KPU. "Kalau untuk melihat data silahkan saja, tapi tidak boleh dibawa karena bersifat khusus dan dibutuhkan oleh KPU," tegasnya.

Sementara soal tim dokter RSHS yang tidak menandatangani berkas dari Panwas Sukajadi, Yayat menyebut itu bukan jadi kewajiban tim dokter. "Tim dokter tidak wajib menandatangani," paparnya seraya berharap sinergitas antara KPU dan Panwaslu makin berjalan baik. Sehingga pelaksanaan Pilgub Jabar berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Sementara itu, Panwaslu Jabar mengaku sering tidak dianggap oleh pihak KPU Jabar selama proses tahapan Pilgub Jabar 2013. Padahal tugas Panwaslu adalah mengawasi semua tahapan, jadwal, dan program Pilgub.

"Ya singkatnya sih seperti itu (merasa tidak dianggap - red)," kata Ketua Panwaslu Jabar Ihat Subihat saat ditemui di Kantor Panwaslu Jabar, kemarin. Salah satu contohnya adalah Panwaslu sulit mendapatkan data yang dibutuhkan dari KPU Jabar. "Kalau butuh data, kita harus datang langsung. Kalau lewat surat, lama," keluhnya.

Selain oleh KPU Jabar, Panwaslu juga merasa tidak dianggap oleh tim medis RSHS saat tes kesehatan. Saat itu, anggota Panwaslu Sukajadi meminta tanda tangan ketua tim medis sebagai bahan laporan atau data. "Petugas minta tanda tangan tapi tidak digubris. Akhirnya yang tanda tangan malah KPU Jabar," cetus Ihat.

Ia memaparkan, tugas KPU dan Panwaslu harusnya berjalan beriringan untuk kelancaran proses pilgub. "Posisi kita sejajar. Bedanya KPU sebagai penyelenggara, kalau kita pengawasnya supaya berjalan adil dan lancar," tandasnya. FER

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger