' Pabrik Tahu dan Minuman Dikeluhkan Warga Puspasari - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pabrik Tahu dan Minuman Dikeluhkan Warga Puspasari

Pabrik Tahu dan Minuman Dikeluhkan Warga Puspasari

Written By Angga Harja S on Monday, November 26, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Keberadaan perusahaan tahu dan minuman di Desa Puspasari Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor di keluhkan warga setempat. Pasalnya, aktivitas produksi yang dilakukan pengusaha dengan cara melakukan pembakaran dinilai telah mengakibatkan terjadinya pencemaran udara, sehingga warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menindak tegas perusahaan tersebut.

"Kami sebagai warga sangat resah dengan cara produksi perusahaan itu. Karena tidak adanya cerobong asap di lokasi perusahaan, asap yang diduga berasal dari lokasi pembakaran mencemari lingkungan kami," ungkap Winda, warga Desa Puspasari RT 02/04 Kecamatan Citeureup melalui surat laporan prihal pencemaran lingkungan yang ditujukan kepada pemerintah tanggal 8 November 2012 lalu.

Dalam isi surat yang ditandatangani Ketua RT 02 dan Ketua RW 04 itu, warga menjelaskan, setiap kali perusahaan itu produksi yang dimulai dari pukul 17.00-06.00 WIB, asap bekas pembakaran kerap menimbulkan bau yang sangat mengganggu lingkungan setempat.

"Kalau perusahaan tetap memproduksi usahanya tanpa menggunakan cerobong, bau asap yang mengganggu kesehatan terutama terganggunya pernapasan akan terus kami rasakan," ujar Winda.

Keluhan sama juga diutarakan Papanut, warga lainnya yang setiap hari dipaksa harus menghirup udara kotor berasal dari lokasi perusahaan tahu dan minuman tersebut.

Ia menuding, pabrik tahu dan minuman milik saudara Johan yang belum lama ini dilakukan rehabilitasi dengan kontruksi baja diduga belum mengantongi izin usaha. Sehingga, pengusaha dengan seenaknya membangun tanpa memperdulikan kesehatan warga sekitar pabrik.

"Bila memang pengusaha memiliki izin, tidak mungkin saat melakukan rehab pabriknya pengusaha tak membuat cerobong asap. Sebab, pastinya akan ada pengawas dari pemerintah yang mengharuskan pabrik itu menyediakan alat pembuangan asap produksi," paparnya.

Untuk itu, warga minta baik dari pihak Pemkab Cirebon maupun aparat kepolisian setempat agar menindak tegas serta menyadarkan pengusaha pabrik itu sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

"Sebagai warga, kami berhak atas kenyamanan lingkungan sekitar. Sebab, pada dasarnya kami mewakili sebagian besar dari warga atas keluhan yang berasal dari bau asap produksi tahu dan minuman itu merasa sangat terganggu sekali," tukas Papanut, bersama warga lainnya yang menyatakan protes terhadap keberadaan pabrik tanpa cerobong asap dari tempat produksinya tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, baik dari pihak pengusaha maupun pemerintah kecamatan dan desa belum memberikan komentarnya.

Sementara, Slamet, warga yang lokasinya bersebelahan dengan pabrik tahu dan minuman mengakui apabila selama ini pihaknya bersama warga sudah menyampaikan keluhan dugaan pencemaran udara itu kepada pihak kepolisian maupun Pemkab Bogor, baik Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) ataupun Dinas Kesehatan.

"Tapi sayangnya, sampai sekarang keluhan kami belum juga ditanggapi serius pihak-pihak tersebut. Padahal, kami sangat terganggu sekali dengan pencemaran udara yang terjadi disaat malam hari itu," tukasnya. DED/ALI     
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger