' Komisi B DPRD Jabar Pertanyakan Perdagangan Komoditas Strategis - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Komisi B DPRD Jabar Pertanyakan Perdagangan Komoditas Strategis

Komisi B DPRD Jabar Pertanyakan Perdagangan Komoditas Strategis

Written By Angga Harja S on Tuesday, November 27, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG(LJ)- DPRD Jawa Barat menilai Pemprov Jabar belum mempersiapkan secara serius tentang kebijakan sistem perdagangan komoditas strategis dari daging sapi terkait permasalahan langkanya sapi potong dan tingginya harga daging sapi di pasaran.
 
"Seharusnya, pemerintah provinsi harus melakukan upaya untuk memproteksi produksi budidaya sapi lokal yang selama ini ditentukan melalui cara pasar bebas," ungkap Ketua Komisi B DPRD Jabar Selly Gantina wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini kepada wartawan di Kota Bandung, Senin (26/11).
 
Menurutnya, akibat belum adanya proteksi tersebut maka kebocoran penyaluran stok sapi potong ke daerah oleh para spekulan bermodal besar menyebabkan kerugian kepada peternak dan pedagang daging sapi potong. Provinsi Jawa Barat hanya mampu menyediakan stok daging sapi potong sebesar 30 persen atau sekitar 332.012 ekor dari total kebutuhan rakyat Jabar, meskipun hasil sensus terakhir terdapat peningkatan menjadi 422.989 ekor pada tahun 2011.
 
"Ini artinya kebutuhan protein hewani dari daging sapi kita masih tergantung dari daerah lain terutama dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan impor,tutur legislator daerah pemilihan Cirebon ini.

Terkait Program monumental "1 Juta Sapi dan 10 Juta Domba", menurut dia, tidak berjalan sebagaimana mestinya karena tidak ada keberpihakan dari sisi politik anggaran hanya bersifat populis.
 
Dikatakannya, hampir sebagian besar industri pengolahan produk peternakan berlokasi di Jawa Barat, kebutuhan produksi hasil ternak daging Jabar tahun 2011 sebesar 657.945 ton dengan perbandingan sapi lokal 51.896 ton, sapi import 34.032 ton, domba 32.703 ton, ayam ras Pedaging 481.793 ton."Berdasarkan data tersebut, menunjukan kalau kebutuhan daging sapi Jabar hampir dua per tiganya dipenuhi oleh sapi dari luar jawa dan import, sementara untuk unggas Jabar merupakan pemasok unggas secara nasional," ujarnya.

Dalam penjelasannya dia menekankan tentang perlu adanya politik anggaran Pemprov Jabar untuk membiayai peningkatan produksi sapi lokal termasuk memproteksi terjadinya perdagangan pedet-pedet hasil peternakan Jabar masuk ke Jawa Tengah dan Jawa Timur."Kami juga meminta kepada Pemprov Jabar agar segera mengeluarkan aturan tentang larangan dan pembatasan keluarnya pedet-pedet (anak sapi) hasil inseminasi buatan ke luar Jabar," kata dia.
 
Ditambahkannya, khusus bagi Dinas Peternakan Provinsi Jabar diharapkan agar secepatnya melakukan sidak sejak terjadi kelangkaan dan naiknya daging sapi di pasaran."Dalam waktu dekat ini, kami juga akan memanggil Disnak, peternak, asosiasi pedagang dan feedlofter untuk menyelesaikan permasalahan," ujar Selly.(FER)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger