' Kelompok Relawan Cagub-Cawagub Sudah Mulai Bergerak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kelompok Relawan Cagub-Cawagub Sudah Mulai Bergerak

Kelompok Relawan Cagub-Cawagub Sudah Mulai Bergerak

Written By Angga Harja S on Wednesday, November 28, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Kelompok relawan yang biasanya bekerja untuk memenangkan pasangan cagub-cawagub mulai terbentuk. Saat ini, relawan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013 yang sudah terbentuk adalah relawan pendukung Dede Yusuf-Lex Laksamana yang diusung koalisi Partai Demokrat, PAN, Gerindra dan PKB serta pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang diusung sendirian oleh PDI Perjuangan.

Endang Machbub, koordinator relawan Macan Center (tim sukses pribadi Dede Yusuf) mengatakan, saat ini sudah ada 45 kelompok atau komunitas yang siap memenangkan Dede-Lex. "Alhamdulillah ternyata antusiasme elemen atau kelompok masyarakat yang ingin menghantarkan pasangan Dede-Lex ke kursi gubernur dan wakil gubernur, sangat luar biasa," kata Endang kepada wartawan, Selasa (27/11/2012).

Kelompok itu ada yang sudah terpusat, artinya ada di tingkat Jabar hingga daerah. Namun ada juga yang hanya komunitas di daerah tertentu, di level Kabupaten dan Kota. "Bahkan, tanpa dikomando dan bantuan dana, kelompok-kelompok relawan ini sudah bergerak dan melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk memilih Dede-Lex sebagai pemimpin yang tepat untuk Jawa Barat kedepan," jelasnya.

Lain halnya dengan pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten), sampai sekarang sudah punya lebih dari 20 kelompok relawan. Relawan-relawan itu terbentuk di berbagai daerah dan siap memenangkan Paten. "20 kelompok relawan ini terbentuk dalam kurun seminggu. Ke depan mungkin jumlah kelompok relawan ini akan bertambah. Mudah-mudahan efektif untuk memenangkan pasangan Paten," papar Plh Ketua DPD PDIP Tubagus Hasanudin.

Sementara itu, terkait dengan sosok cagub-cawagub yang akan dipilih, sekitar 70 persen pemilih saat memberikan suaranya dinilai hanya memilih dengan melihat sosok calon ketimbang program kerja dan jejak rekamnya. "Dikarenakan indeks pendidikan di Jabar yang masih rendah sehingga sebagian besar pemilih lebih melihat figur yang dijadikan dasar untuk memilih. Dan ini bukan saja terjadi di Jabar tetapi juga di daerah lain," kata Dosen UIN Syarief Hidayatullah Jakarta A Bakir Ihsan di Kampus UPI, kemarin siang.

Seharusnya, kata Bakir, memilih calon pemimpin seperti pada Pilgub Jabar harus didasari dari jejak rekam dan program yang ditawarkannya. "Namun sayangnya, partai politik (parpol) mempertahankan status quo tersebut, padahal parpol bisa mentransformasi budaya dan memberdayakan masyarakatnya," paparnya sambil menambahkan saat ini politik masih dianggap sebagai kekuasaan, sehingga banyak kepala daerah yang berusaha mempertahankan kekuasaannya selama dua periode.

Sementara itu, dosen UPI Idris Affandi mengatakan ada yang salah pada ekanisme pencalonan incumbent. Menurutnya, incumbent seharusnya memberikan pertanggungjawabannya sebelum kembali mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Pertanggungjawaban tersebut dimaksudkan sebagai bukti kinerjanya selama memimpin.

"Tetapi saat ini, gubernur bisa mencalonkan lagi walau kinerjanya belum dinilai, ini salah sistem," tegas Idris. Oleh karena itu, Idris berharap, aturan seorang incumbent yang akan mencalonkan diri harus diubah. Seorang incumbent harus mempertanggungjawabkan kinerjanya sebelum mencalonkan diri. CPS/HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger