' Kehidupan Nelayan Cirebon Memprihatinkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kehidupan Nelayan Cirebon Memprihatinkan

Kehidupan Nelayan Cirebon Memprihatinkan

Written By Angga Harja S on Tuesday, November 27, 2012 | 7:00 AM

CIREBON (LJ) - Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Cirebon, Karsudin menjelaskan, kehidupan para nelayan di Kota Cirebon dalam keadaan memprihatinkan, karena dalam sekali melaut pendapatan mereka tidak sebanding dengan pengeluaran untuk BBM solar, makan minum, dan logistik lainnya.

“Memang, kondisi nelayan saat ini boleh dibilang hidup dalam keprihatinan. Bayangkan saja, dalam sekali melaut mereka mendapatkan uang rata-rata kurang dari Rp 100.000 setelah dipotong biaya logistik,” ungkapnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, kehidupan para nelayan ini memang jauh dari kata sejahtera, terutama bagi nelayan yang mengunakan kapal kecil. Itu terlihat dari tempat tinggal mereka yang saling berhimpitan satu dengan lainnya, dan pemukiman nelayan terlihat kumuh, sampah-sampah berserakan di jalan dan gang-gang sempit perumahan, saluran air yang kotor hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Karsudin mengungkapkan, untuk nelayan yang memiliki kapal-kapal penangkap ikan berukuran lebih besar, tidak menjadi masalah. Sebab, mereka bisa mencari ikan hingga ke tengah laut. Sedangkan untuk nelayan kecil, lanjutnya, mereka tidak bisa mencari ikan lebih jauh, belum lagi dihadapkan pada berkurangnya jumlah ikan di perairan dangkal akibat terjadinya pencemaran lingkungan.

Karsudin menjelaskan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang adapun belum berfungsi maksimal, para nelayan masih ada yang menjual hasil tangkapannya ke tengkulak. Sehingga harga ikan di pasaran tidak bersahabat dengan nelayan.

“Saya berharap, baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah memiliki program-program yang berpihak pada nasib nelayan,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Cirebon, Odi Suryadi mengatakan, nelayan yang berada di Kejawanan kondisinya cukup baik. Pasalnya, mereka menggunakan kapal-kapal besar untuk menangkap ikan.

"Nah untuk nelayan yang mencari ikan menggunakan kapal kecil kondisinya bermacam-macam," tukasnya tanpa menjelaskan lebih rinci arti dari “macam-macam” tersebut.

Sekedar informasi, Kota Cirebon sebagai daerah yang terletak di Peisisr Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, memiliki panjang pantai mencapai 7 Km. Tentu hal ini memberikan keuntungan tersendiri, yakni melimpahnya hasil laut. Hasil laut yang melimpah menghasilkan ikan sebanyak 30.000 ton per tahun, idealnya merupakan sandaran hidup yang mumpuni bagi warga yang tinggal di pesisir pantai Kota Cirebon.

Selain itu, Kampung nelayan yang tersebar di 6 titik, mulai Kampung Kesenden, Samadikun, Pesisir, Cangkol, Kesunenan dan Kejawanan.

Keberadaan nelayanpun terbagi menjadi 2 kelompok yakni, nelayan besar bagi mereka yang menggunakan kapal-kapal penangkap ikan berukuran besar dan mampu menempuh jarak lebih jauh, serta kelompok nelayan kecil, yang menggunakan perahu penangkap ikan berukuran lebih kecil, hanya mampu menempuh jarak tertentu saja dalam melaut. EKA
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger