' Kasus Sutan Bhatoegana Tidak Surutkan PKB Dukung Dede Yusuf - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kasus Sutan Bhatoegana Tidak Surutkan PKB Dukung Dede Yusuf

Kasus Sutan Bhatoegana Tidak Surutkan PKB Dukung Dede Yusuf

Written By Angga Harja S on Friday, November 30, 2012 | 7:00 AM

BOGOR - Calon Gubernur dari Koalisi Babarengan (Demokrat, PAN PKB, Gerindra,) Dede Yusuf menyatakan kasus politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang melontarkan pernyataan bersifat menghina tokoh besar Nadhlatul Ulama (NU), mendiang KH.Abdurrahman Wahid (Gusdur), tidak akan mempengaruhi koalisi Babarengan. PKB tetap mendukung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana pada Pilgub Jabar 2013.

"Persoalan ini saya kira tidak berpengaruh (untuk koalisi) yang sudah membangun kebersamaan untuk memajukan Jabar melalui pengusungan pasangan cagub-cawagub di Pilgub," kata Dede di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (29/11). Ia sendiri menyambut baik permintaan maaf yang dilakukan Bhatoegana. "Sebagai warga Nahdliyin, jika ada yang minta maaf, wajib memberi maaf," tuturnya.

PKB sendiri menyatakan apa yang diucapkan Bhatoegana tidak harus dihubungkan dengan dukungan PKB terhadap pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana. "Apa yang terjadi antara Bang Sutan dan pengikut Gus Dur, tidak ada kaitannya dengan Dede Yusuf. Isu itu tidak akan meretakkan koalisi yang sudah terbangun dengan baik," ujar Sekum DPW PKB Jabar Syaiful Huda dalam rilis yang diterima wartawan.

Ia menegaskan, PKB tetap akan menjalankan komitmen yang sudah disepakati oleh koalisi Babarengan. Selain PKB, Demokrat, Gerindra, dan PAN sepakat mengusung Dede-Lex dan memenangkannya. "PKB tetap solid mendukung Dede Yusuf karena beliau adalah kader Anshor dan NU meskipun satu partai dengan Sutan Bathoegana," tegas Syaiful.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid meminta kader Ansor dan para pendukung Gus Dur untuk menerima permintaan maaf Sutan yang disampaikan saat datang ke rumah keluarga Gus Dur beberapa hari lalu. "Sutan sudah mengaku salah dan minta maaf. Diantar Mas Anas lagi. Saya imbau sahabat-sahabat Ansor dan Banser tidak perlu aksi masalah ini lagi. Kembalilah ke barak, dakwah lagi, kaderisasi dan pemberdayaan masyarakat dan kader lagi," pinta Nusron dalam siaran persnya, kemarin.

Dengan adanya kasus Sutan Bhatoegana ini, Nusron meminta agar semua pihak melakukan introspeksi dan muhasabah agar siapa pun elit politik untuk berhati-hati, santun dan bijak dalam bertutur kata dan bertindak. "Siapa pun elit politik bisa salah, termasuk saya. Karena marilah kita belajar dari kasus ini, agar benar-benar kita ini dapat memberikan contoh, panutan yang menyejukkan dan mengayomi masyarakat Indonesia," tegas kader NU yang juga merupakan anggota DPR dari Partai Golkar itu.

Menurut Nusron, memperpanjang masalah Sutan Bhatoegana ini akan menambah pekerjaan dan energi warga NU. "Pekerjaan kita sudah banyak, tidak perlu menambah pekerjaan lagi," ujarnya. Yang terpenting, kata Nusron, Sutan Bhatoegana ?sudah minta maaf kepada keluarga Gus Dur di Ciganjur dan publik.

"Catatan sejarah tidak dibelokkan, bahwa Gus Dur pemimpin NU yang pernah jadi presiden Indonesia RI ke 4, tidak lengser karena korupsi, tapi karena politik. Kalau pemimpin, konflik politik kan biasa. Kalau korupsi, itu yang menjadi masalah," ujar Nusron.

Seperti diketahui, Sutan Bhatoegana diantar Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, Sutan sungkem dan cium tangan istri almarhum Gus Dur, Ny Sinta Nuriyah dan meminta maaf atas ucapannya. Sinta juga memberikan nasihat kepada Sutan

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat akan mensomasi politisi senior Partai Demokrat Sutan Bhatoegana jika DPP Demokrat tidak memberikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Nahdliyin.

“Pernyataan Sutan sudah menodai kami sebagai warga Nahdliyin. Karenanya, kami mendesak pembinan dan pengurus Partai Demokrat untuk meminta maaf secara resmi baik tertulis maupun melalui media massa kepada PBNU dan masyarakat Nahdliyin serta seluruh rakyat Indonesia atas pernyataan Sutan yang sudah memfitnah mantan Presiden Gus Dur yang merupakan bapak bangsa,” tegas Ketua PBNU Jabar Eman Suryaman. FER/CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger