' Kasus Nikah Empat Hari Bupati Garut Didesak Mundur dari Jabatannya - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kasus Nikah Empat Hari Bupati Garut Didesak Mundur dari Jabatannya

Kasus Nikah Empat Hari Bupati Garut Didesak Mundur dari Jabatannya

Written By Angga Harja S on Tuesday, November 27, 2012 | 7:00 AM

GARUT (LJ) – Perilaku Bupati Garut Aceng Fikri yang menikahi Fany Octora (18) seorang perempuan belia dan menceraikannya empat hari kemudian, terus menuai kecaman dari berbagai pihak. Selain kalangan ulama dan masyarakat biasa, para aktivis pun menyoroti ulah Bupati Garut yang tergolong kontroversial itu. Bahkan, muncul tudingan perilaku Aceng Fikri merupakan bukti kesewenang-wenangan dan arogansi seorang pemimpin daerah.

Ketua GMBI Distrik Garut sekaligus Koordinator Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Ganda Permana mengatakan, ulah dan gaya kawin cerai seenaknya yang dilakukan Bupati Garut itu tidaklah pantas dilakukan seorang pemimpin. Semestinya, sebagai pemimpin Aceng bisa menjadi teladan dengan memberikan contoh yang baik. Tapi nyatanya, Aceng Fikri terkesan sewenang-wenang dan tega memperdaya seorang perempuan muda yang lugu dan berasal dari keluarga baik-baik.

“Ada tiga hal penting yang kita soroti, pertama adalah konteks secara moralitas. Sebab yang menikahi Fany itu Bupati Garut. Fany sendiri itu adalah salah satu santri dari salah satu pondok pesantren, Yang kedua, dari sisi kontek secara psikis kejiwaan, kemudian yang ketiga konteks hukum,” papar Ganda kepada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, Senin (26/11).

Menurut Ganda, pihaknya akan terus melakukan kajian dan analisa bersama sejumlah aktivis LSM bahwa perbuatan Bupati Aceng  telah mengakibatkan gangguan psikis dalam konteks kejiwaan Fany. Yang paling parahnya lagi, bisa memicu depresi serta trauma berat seumur hidup. Ganda mencotohkan, saat memberikan keterangan pers di Pesantren Al –Fadilah pada 24 November lalu, Fany terlihat tidak bisa bicara secara gamblang, walaupun dia sudah menyiapkan testimoni secara tertulis. “Artinya dari sisi kejiwaan dia telah terganggu,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganda juga mengkritisi sikap dan pernyataan Bupati Aceng Fikri seperti yang ditayangkan salah satu televisi swasta baru-baru ini. Dimana, Bupati mengatakan dirinya ganteng, banyak uang dan juga sebagai penguasa. "Sebagai Bupati, tidak patut berbicara seperti itu. Pernyataan itu merupakan bentuk arogansi dan kesombongan dan menganggap jabatan itu segala-galanya. Bupati  malah bukan memberikan statemen yang menyejukkan, malah terkesan melecehkan," ujar Ganda.
   
Terkait dengan persoalan kawin cerai ala Aceng Fikri itu, Ganda menegaskan pihaknya akan mendesak wakil rakyat di DPRD untuk segera melakukan hak angket dan interpelasi. Mengingat, perilaku Aceng Fikri yang cenderung mengabaikan nilai moralitas serta sewenang-wenang terhadap kaum perempuan. "Mudah-mudahan telinga dan mata para wakil rakyat terbuka. Jadi jangan sampai setiap persoalan ditumpuk dan menguap seiring bergulirnya waktu," kata Ganda.

Ganda menegaskan, apapun dalih dan alasannya Bupati Garut Aceng Fikri harus mundur dari jabatannya, karena bagaimanapun juga ini sudah menyakiti kalangan ulama pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Garut. Bahkan kalau perlu, tambahnya lagi, kalau Bupati tidak mau mengundurkan diri, lucuti saja secara paksa. "Dia kan waktu mencalonkan dari jalur independen, tidak melalui partai. Jadi rakyat yang mencabut sekaligus melucuti Jabatannya,” tegasnya.
.
Untuk diketahui, kasus ini berawal dari perkawinan singkat antara Bupati Aceng Fikri dengan Fany Octora, warga Kampung Cukang Galeuh, RT.02/06 Desa Dunguswiru Kec.Limbangan-Kabupaten Garut. Pernikahan orang nomor satu di Garut dengan perempuan cantik itu cuma bertahan empat hari. Ketika mengajukan talak, Aceng mengatakan (lewat SMS, Red) kepada Fany, dia mengaku kecewa setelah menjalani hubungan suami-isti di malam pertama, ternyata Fany bukan perawan lagi. JUL/BDN
Share this article :

6 komentar:

Anonymous said...

seharusnya sosok bupati tidak boleh seperti itu, seperti tidak punya pendidikan

Irwan said...

Namanya aja ngAceng . Jadinya ngAceng truz

Daniel Kawilarang said...

KENAPA SEORANG BUPATI HARUS NIKAH SIRIH, PADAHAL ISTRINYA AKAN MENJADI KETUA TP/PPK KAB. GARUT,
INI CONTOH KEPALA DAERAH YANG KURANG BAIK

Anonymous said...

Dengan dalih apapun... sbg Kepala Daerah tidak patut berprilaku seperti itu dan konsekwensinya adalah berhentikan dari jabatannya.


Alfi Yusuf said...

akibat dari pemilihan langsung " yang banyak uang bisa jadi apasaja ...DPR/Bupati/Gubernur dan bahkan Presiden...gak lihat moralitas...reformasi kebablasan, inilah karya manusia.
Bupati Aceng ini sudah tidak pantas lagi menjadi tauladan masa gara2 gak perawan wanita yang dinikahi 4 hari langsung dicerai via sms lagi..terlalu pelecehan terhadap wanita.

eko sarmiyanto said...

Kawin cerai hal yang wajar dan tidak dilarang oleh agama ... knp terlalu dimasalahkan? Gmn dg perilaku pejabat2 yg sering main dg pelacur? Kok adem ayem aja tuh lsm menanggapinya?

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger