' Kasus Kawin Cerai Bupati Garut Menuai Hujatan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kasus Kawin Cerai Bupati Garut Menuai Hujatan

Kasus Kawin Cerai Bupati Garut Menuai Hujatan

Written By Angga Harja S on Thursday, November 29, 2012 | 7:00 AM

GARUT (LJ) – Kasus pernikahan singkat yang dilakukan Bupati Garut H.Aceng Fikri banyak menuai hujatan dari berbagai kalangan, selain tidak bermoral tindakan orang nomor satu di Garut terbukti telah melecehkan harkat martabat kaum wanita.

 "Tindakan dia itu, merupakan aib buat masyarakat Kabupaten Garut. Permasalahannya sekarang bagaimana masyarakat Garut khususnya kaum wanita dalam menyikapi tindakan pucuk pimpinan kita itu," tegas Ketua Forum Masyarakat Peduli Garut Rudi Wijaya kepada LINGKAR JABAR diruang kantornya, Rabu (28/11).

Rudi Wijaya yang juga salah satu pendiri Gerakan Rakyat Anti Maksiat (GERAK) menilai, sejatinya kasus kawin cerai Bupati Garut  terhadap gadis belia Fany Octara telah melawan Undang-undang perkawinan pasal 4 ayat 1 tahun 1974,serta melanggar pasal  40 peraturan pemerintah Nomor 9 tahun 1975 dan pasal 56 tentang kompilasi hukum islam.
   
"Sebagai masyarakat Garut, kami sangat prihatin akan kepongahan dan arogansi Bupati Aceng.Pada salahsatu stasiun televisi swasta dengan nada sesumbar dia mengaku orang yang paling ganteng, mempunyai kekuasaan dan banyak uang. Kita perlu telusuri dari mana dia punya uang banyak," ucapnya.

Jika kasus ini dibiarkan demikian Rudi, sama artinya masyarakat Garut membiarkan terjadinya kezholiman dan kasus ini bisa menjadi preseden buruk dan mungkin saja bisa terjadi pada bupati Garut dimasa mendatang.

"Saya bangga,kagum dan salut pada bekas pendamping Aceng,mantan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra yang memberikan statemen di salah satu televisi Swasta bahwa dia tahu persis sifat dan karakter Bupati Aceng Fikri,"papar Rudi.
     
Seraya menambahkan, dia sangat mengetahui persis latar belakang yang bersangkutan. Menurutnya, sebelum jadi bupati Garut yang bersangkutan membuka pabrik kerupuk.”Puguh we sekarang jadi Bupati janten seueur artos. Hebat ? setelah meraih kekuasaan bisa merubah segala-galanya," imbuhnya. 
 
Dalam penjelasannya LSM GERAK bersama-sama dengan LSM lainnya seperti GMBI,PRODEM,PROMAG, dan BAIS, akan melapor ke Komnas Perempuan,Komnas Anak, dan Kementrian Dalam Negeri, serta Kementrian Pemberdayaan Perempuan ke Jakarta. "Dan puncaknya kami akan melakukan unjuk rasa besar-besaran pada tanggal 4 Desember di Garut,kemudian pada tanggal 5 Desember, kita akan melaporkan kasus tersebut pada Polda Jabar,"tegas dia.
    
Sementara Ketua GMBI Distrik Garut, Ganda Permana mengatakan, meski yang bersangkutan berusaha menenangkan sikapnya dihadapan umum, bukan berarti hatinya juga tenang, jiwanya sudah pasti gamang. " “Ditenang-tenang juga Bupati itu  tidak tenang,jiwanya gamang  terlihat gelisah bisa dilihat dari Body language(Bahasa tubuh),” kata Ganda.(BDN/JUL)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger