' Kapolda Jabar Janji Libas Beking Galian C Penyebab Longsor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kapolda Jabar Janji Libas Beking Galian C Penyebab Longsor

Kapolda Jabar Janji Libas Beking Galian C Penyebab Longsor

Written By Angga Harja S on Tuesday, November 20, 2012 | 9:35 PM

KAB.BANDUNG - Lokasi sekitar bukit longsor di Kampung Sungapan, Kecamatan Soreang-Kabupaten Bandung ternyata terdapat galian pasir ilegal. Pemkab Bandung pun menyatakan sudah mengetahui sejak lama aktivitas Galian C itu. Berbagai pihak lantas mensinyalir ada beking yang membuat Galian C tersebut berjalan aman selama ini.

Kapolda Jabar Brigjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya menyatakan tidak akan main-main terhadap siapa saja yang menjadi beking di lokasi galian ilegal tersebut. Anis pun tidak pandang bulu menindak oknum polisi yang terbukti terlibat. "Jangan takut beking. Kita akan tindak," ucap Anis kepada wartawan dalam satu kesempatan acara di Kota Bandung, Senin (19/11).

Kapolda Jabar pun berjanji mengusut galian pasir ilegal yang diduga menjadi penyebab longsor di Sungapan. Apalagi Bupati Bandung Dadang Naser memastikan lokasi sekitar longsor terdapat Galian C ilegal. "Nanti akan kami tangani. Kalau tak ada izin 'kan berarti melanggar. Bila ilegal harus ditindak sesuai aturah hukum berlaku," tegas Anis.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Naser secara terang-terangan menyebutkan bahwa di sekitar lokasi longsor kawasan Sungapan terdapat galian C ilegal. Namun belum dipastikan apakah pusat longsor merupakan galian C atau bukan. "Di sini ada galian C, itu ilegal," kata Dadang saat meninjau ke lokasi longsor.

Di lokasi longsor, menurutnya adalah tebing. Namun di bagian atas terdapat ceruk. Saat hujan deras, ceruk tersebut terisi air dan akhirnya terjadi longsor. "Curah airnya kan tinggi semalam, akhirnya membelah tebing dan terjadi longsor," ucapnya. Pantauan di lokasi, galian itu terdapat kurang dari 100 meter dari lokasi. Disinggung apa tindakan Pemkab Bandung dengan adanya galian C ilegal, Dadang mengaku sudah bertindak tegas.

"Kita sudah hentikan. Tapi tetap saja sembunyi-sembunyi masih melakukan penggalian," jelasnya. Ke depan, ia pun berjanji akan menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam galian C itu. Ia sendiri tidak tahu pasti kapan galian C itu ada di lokasi. "Tapi yang jelas sejak zaman orde baru sudah ada," tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istrinya Netty Heryawan meninjau lokasi longsor di Sungapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, kemarin siang. Heryawan datang ke lokasi dengan memakai baju safari krem dilengkapi sepatu boot putih, begitu juga dengan Netty. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB.

Begitu tiba, Heryawan langsung berjalan ke lokasi longsor. Heryawan bahkan sempat mendekat ke area rumah, tempat tertimbunnya dua orang sejak tadi malam. Saat peninjauan, Heryawan didampingi Bupati Bandung Dadang Naser, Kepala BPBD Jabar Ujwalprana Sigit, serta beberapa pejabat lainnya. Mereka berjalan ke beberapa titik sambil berkoordinasi untuk proses evakuasi.

Sementara itu, arus lalu lintas di lokai hingga pukul 12.20 WIB masih terganggu. Tanah yang menutupi jalan sudah dibersihkan. Namun petugas masih melakukan pembersihan. Satu mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan di lokasi untuk menyemprot jalan yang sempat tertutupi tanah.

Pencarian Korban

Di lain pihak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menghentikan sementara pencarian korban yang tertimbun tanah longsor. Pemberhentian dilakukan mengingat cuaca buruk, dan hujan yang kembali menyelimuti Kabupaten Bandung kemarin sore. "Pencarian dihentikan sementara, melihat cuaca di lokasi yang tidak memungkinkan. Kami khawatirkan juga adanya longsor susulan mengingat kontur tanah yang masih labil," kata Kepala BPBD Jawa Barat, Sigit Ujwalprana.

Dia menambahkan, kemungkinan pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (20/11) besok pagi. Diharapkannya pencarian juga didukung dengan cuaca. Sebab sejauh ini belum ditemukannya korban lantaran faktor cuaca yang kurang bersahabat. Mengenai strategi pencarian selanjutnya, dia mengaku masih mengacu pada perencanaan awal di zona yang telah di tentukan.

Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi Kampung Sungapan Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung pada Minggu (18/11) malam. Sejauh ini dugaan sementara ada dua orang yang tertimbun longsor. Longsoran tanah juga sempat memutus jalur Soreang ke Ciwidey. Namun upaya petugas dari Polisi, TNI, PMI, BPBD, Basarnas dan Relawan lainnya berhasil membuka longsoran yang memanjang itu sekitar pukul 12.30 WIB. Kendaraan menuju Ciwidey dan arah sebaliknya kini dapat melintas. GUS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger