' Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Manfaatkan Teknologi CORS - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Manfaatkan Teknologi CORS

Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Manfaatkan Teknologi CORS

Written By Angga Harja S on Thursday, November 29, 2012 | 7:00 AM

CIANJUR (LJ) - Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Bogor kini mulai tak gaptek alias gagap teknologi lagi. Mulai awal 2012, Kantor Pertanahan Kab.Bogor menggunakan perangkat GNSS Continuosly Operating Reference Stations (CORS), alat ukur jenis terbaru berteknologi tinggi yang memiliki tingkat ketelitian yang tinggi dan juga lebih produktif, sehingga proses pengukuran tanah bisa lebih akurat dan berlangsung cepat.

Menurut Kepala Kantor Pertanahan Kab.Bogor, Joko Heriyadi, penggunaan teknologi CORS merupakan salah satu upaya untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat pemohon sertifikat tanah. ”Alat ini, selain akurat, juga sangat cepat. Dalam hitungan detik hasil ukur sudah bisa diketahui. Berbeda ketika memakai cara pengukuran  konvensional, butuh waktu satu bulan,” katanya kepada LINGKAR JABAR di sela-sela acara Pembinan Teknis Seksi Pengukuran di Palace Hotel, Cipanas, Cianjur, Rabu (28/11).

Joko mengatakan, alat digunakan oleh BPN pusat sejak 2010, khususnya untuk pengukuran tanah di wilayah perkotaan atau daerah yang ekonominya berkembang pesat. Khusus di Jabar, sudah ada beberapa kantor Pertanahan Kabupaten/Kota yang juga sudah menggunakan teknologi CORS. "Karena itu, sekarang kami adakan Bintek untuk pengenalan tekologi ini kepada petugas ukur agar mereka nanti bisa mengoperasionalkan. Tahun ini, kami pakai dua alat CORS, dan insya Allah kami akan tambah jadi empat pada 2013 nanti," papar Joko.

Namun demikian, lanjut Joko, bukan berarti tak ada kendala dalam penggunaan CORS. Penggunaan alat ini masih tergantung pada situasi geografi dan kondisi cuaca. ”Kalau cuacanya mendung atau hujan, alat ini juga tidak bisa berfungsi dengan baik. Tapi yang penting, ada upaya BPN dan kantor pertanahan untuk mempercepat proses pengukuran tanah,” kata Joko yang didampingi Kepala Seksi Ukur Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Suradi .

Meski begitu, Joko mengingatkan kepada masyarakat pemohon untuk menyiapkan dan membawa kelengkapan berkas dokumen saat mengurus sertifikat. "Artinya, yang kita permudah adalah proses pengukuran tanahnya. Nah untuk lainnya seperti gambar ukur, dan lainnya masih dilakukan secara manual karena berkaitan dengan riwayat tanah dan hubungan dengan masyarakat lainnya,” ujar Joko.

Kasi Ukur Kantor Pertanahan Kab.Bogor, Suradi, menambahkan, CORS merupakan teknologi yang sudah digunakan di berbagai negara maju, dimana teknologi ini menggunakan jalinan beberapa stasiun referensi Global Navigation Satellite System (GNSS) permanen (base station), dapat merekam data ephemeris GNSS secara kontinyu.

Kemudian disimpan dalam server dan dihitung secara teliti menghasilkan koreksi-koreksi yang dapat diberikan secara real time kepada receiver GNSS pengguna (rover) melalui sistem komunikasi NTRIP, guna mendapatkan koordinat secara cepat dengan ketelitian yang dapat dipertanggungjawabkan bagi kegiatan Pengukuran dan Pemetaan bidang tanah dalam rangka legalisasi asset (penerbitan sertipikat Hak Atas Tanah).

"Persoalan sekarang, adalah bagaimana kita dapat mentransfer teknologi terbaru ini kepada sumber daya manusia di seksi pengukuran. Kita ingin mereka bisa menggunakan alat CORS, karena percuma saja punya alat canggih tapi gak bisa digunakan. Nah, kegiatan bintek ini menjadi sarana untuk pengenalan sekaligus pelatihan teknologi CORS" ujar Suradi.

Sementara itu, Direktur Pengukuran Dasar Kantor BPN Pusat Ir. M. Toni S. Harun yang hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu, mengatakan, penggunaan teknologi CORS di Indonesia dimulai pada tahun 2009 silam, saat itu sifatnya masih uji coba dan pada tahun 2010 dilakukan realisasi pemanfaat pada sejumlah daerah berkembang dan maju di wilayah Pulau Jawa.

"Kabupaten Bogor adalah satu instansi yang segera menggunakan teknologi tersebut, karena daerah ini adalah wilayah yang memiliki tingkat ekonomi tinggi (pembangunan pesat. red). Dengan adanya kegiatan bimbingan teknologi bagi petugas ukur disini, saya harapkan mereka tidak lagi gaptek dan dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara optimal," kata Toni. BSR





Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger