' Kadin Jabar Antisipasi Gejolak Dunia Usaha Setelah Kenaikan UMK - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kadin Jabar Antisipasi Gejolak Dunia Usaha Setelah Kenaikan UMK

Kadin Jabar Antisipasi Gejolak Dunia Usaha Setelah Kenaikan UMK

Written By Angga Harja S on Tuesday, November 27, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Menyusul kebijakan Pemerintah yang menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat (Jabar), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar segera membuka posko pengaduan khusus bagi para pelaku usaha terkait upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2013. Hal tersebut dilakukan untuk menampung keluh kesah para pelaku usaha dengan adanya penetapan UMK yang baru.

"Kadin akan buka posko pengaduan bagi pengusaha di kantor Kadin Jalan Surapati hingga Januari 2013. Yang sampai saat ini mereka banyak mengadu secara informal. Nantinya pengaduan itu akan disampaikan kepada yang berwenang," kata Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno saat jumpa pers di Dakken Jalan RE Martadinata, Senin (26/11).

Dia mengatakan adanya posko pengaduan yang dikhususkan bagi pengusaha ini sebagai upaya Kadin Jabar untuk membuat dunia usaha di Jabar ini tidak ada gejolak. Karena kondisinya kini di satu sisi para buruh menuntut peningkatan UMK dan di sisi lain sebagian pengusaha di beberapa wilayah ada yang menjerit akibat kenaikan UMK yang tembus hingga 70%.

"Supaya dunia usaha di Jabar ini betul-betul kondusif, tidak ada gejolak. Karena hal ini berkaitan dengan ekonomi nasional khususnya Jabar. Jangan sampai, kedepan investor yang sudah investasi di sini, kepercayaannya semakin berkurang untuk melanjutkan atau menanam investasi di wilayah Jabar. Ini kan harus kita jaga," jelasnya.

Kenaikan upah pun, kata Agung, harus dilihat dari kualifikasi usaha. Karena masing-masing perusahaan memiliki kemampuan berbeda. Karena kenaikan UMK tersebut harus dilakukan secara bertahap. "Karena yang paling prihatin ada yang sampai 70%. Seperti di Kota Bogor kenaikannya hingga 70,5%. Dari Rp1.174.200 menjadi Rp2.002.000," katanya.

Sementara itu, kenaikan UMK di wilayah lain yang juga mengalami peningkatan yang cukup tajam adalah Kabupaten Bogor dari Rp1.269.320 menjadi Rp2.002.000, Kota Bekasi dari Rp1.470.000 menjadi Rp2.100.000, Kota Bandung dari Rp1.271.625 menjadi Rp1.538.703 dan Kabupaten Bandung dari Rp1.223.800 menjadi Rp 1.388.333. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger