' Ikut Korupsi, Empat Staf Dinas Pendidikan Sukabumi Ditahan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Ikut Korupsi, Empat Staf Dinas Pendidikan Sukabumi Ditahan

Ikut Korupsi, Empat Staf Dinas Pendidikan Sukabumi Ditahan

Written By Angga Harja S on Friday, November 30, 2012 | 7:00 AM

SUKABUMI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak kembali menetapkan empat tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi. Kali ini, empat staf Disdik yang dijebloskan ke ruang tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Kamis (29/11) sore.

Keempatnya masing-masing ialah M, HS, DJ dan D. Mereka diduga terlibat dalam dugaan korupsi proyek pengadaan buku melalui program dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp12,8 miliar pada 2010 lalu. Akibatnya negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp600 juta. Sebelum mereka, Kejari Cibadak juga telah menahan Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK), MI, pada Senin (26/11) lalu.

''Keempat tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari tersangka sebelumnya yang sudah ditahan terlebih dahulu yakni MI. Dalam perkara ini mereka merupakan anggota tim pemeriksa barang,'' kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Cibadak, Rd Budi Haryanto kepada para wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut Budi, hasil penyidikan sementara para tersangka telah melaporkan kepada pihak PPTK bahwa buku dari proyek DAK tersebut sudah selesai diperiksa. Selanjutnya buku-buku itu didistribusikan ke 138 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi. ''Kenyataannya, dalam pendistribusian terdapat kekurangan buku sebanyak 74 ribu eksemplar. Seharusnya jumlah buku yang harus disediakan mencapai 626.520 eksemplar untuk 138 SD,'' ujarnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan penetapan empat tersangka yang baru ditahan dan satu tersangka yang lebih dahulu ditahan merupakan hasil pengembangan dari tersangka pertama yakni AS selaku kuasa pengguna anggaran (KPA). ''Perkara ini merupakan lanjutan dari perkara sebelumnya yang telah disidangkan dengan tersangka AS,'' jelasnya.

Sementara dari informasi yang dihimpun, AS selaku KPA telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung. Namun saat ini perkaranya dalam proses banding. Selain AS juga terdapat tersangka lainnya yakni Wakil Direktur PT Rosda Remaja Karya (RRK), RR.

Terkait hal itu, Forum Indonesia untuk Tranparansi Anggaran (FITRA) Sukabumi menilai perkara korupsi di lingkungan Disdik Kabupaten Sukabumi juga disebabkan lemahnya pengawasan dari DPRD. "DPRD itu punya peranan penting yakni pengawasan atau controling. Dengan adanya Tipikor di Disdik bisa jadi karena pengawasan yang lepas dari DPRD," kata Koordinator Program Fitra Sukabumi, Ajat Zatnika.

Menurut Ajat, peranan pengawasan atau kontroling yang dimiliki DPRD ini perlu dipertanyakan dan perlu dievaluasi. DPRD Kabupaten Sukabumi perlu kehati-hatian dalam menerima usulan atau rencana kerja anggaran (RKA) dari Disdik. "Terlebih lagi dalam APBD Kabupaten Sukabumi anggaran pendidikan sangat besar mencapai 48%. Kedepan, perlu pengawasan dari DPRD dan juga perlu dievaluasi," ujarnya.

Selain DPRD, lanjut Ajat, masyarakat pun memiliki hak untuk melakukan pengawasan. Karena masyarakat sebagai penerima manfaat dari setiap rencana kerja anggaran. "Masyarakat punya hak dan diatur dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)," imbuhnya. HEP/ANG
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger