' Gedung LDM Cirebon Senilai Rp 1,5 Miliar Ditelantarkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Gedung LDM Cirebon Senilai Rp 1,5 Miliar Ditelantarkan

Gedung LDM Cirebon Senilai Rp 1,5 Miliar Ditelantarkan

Written By Angga Harja S on Friday, November 30, 2012 | 7:00 AM

KAB.CIREBON (LJ) - Proyek pemerintah pusat yang digelontorkan pada tahun 2003 untuk membangun Gedung Lumbung Desa Modern (LDM) di Kabupaten Cirebon dinilai mubazir. Pasalnya, keberadaan gedung LDM yang berlokasi di Desa Cikulak Kidul, Kecamatan Waled itu tidak dimanfaatkan masyarakat maupun pemerintahan setempat. Parahnya lagi, pembangunan gedung beserta peralatannya yang menelan duit rakyat senilai Rp.1,5 miliar kini tak berfungsi.

Bangunan LDM sendiri semula akan dijadikan lumbung penggilingan padi yang dibangun di atas tanah titisara Desa Cikulak Kidul dengan menggunakan mesin yang modern, padi yang digiling bisa langsung menjadi beras. Tapi, LDM ini dinilai tak tepat sasaran karena warga desa setempat mayoritas petani tebu, bukan padi.  Terbukti, sejak awal berdiri dan pengelolaannya dipercayakan kepada KUD Sari Mekar Waled tidak berfungsi sama sekali.

Ketua KUD Sari Mekar Waled, Rasli Gunawan mengakui pembangunan gedung tersebut sudah tidak tepat sasaran, bahkan terkesan dipaksakan. Beberapa masalah terjadi sehingga mengakibatkan gedung LDM tersebut tidak berfungsi. “Banyak mesin-mesin dan juga bagian dari gedung tersebut yang hilang akibat dicuri. Kami sudah melaporkan kasus pencurian tersebut kepada aparat kepolisian di Polsek Waled. Dari awal juga sudah sia-sia,” ujarnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sementara, Kuwu Cikulak Kidul, Sardikin mengaku sangat prihatin dengan kondisi gedung yang sangat kumuh karena tidak terawat. Belum lama ini, pihaknya ingin menyelamatkan aset yang selama ini tidak berfungsi dan juga tidak terawat tersebut. “Ya saya juga prihatin dengan kondisi ini. Saya punya keinginan supaya aset gedung ini bisa diselamatkan dari kerusakan. Saya dengar dari dinas mau memindahkan pengelolaan gedung itu ke Pemerintahan Desa Cikulak Kidul. Sayang aja kondisinya begitu,” ungkapnya.

Selain bangunan LDM yang mubazir, elemen masyarakat Kabupaten Cirebon juga terus menyoroti pembangunan pabrik es di sekitar PPI Gebang. Proyek Dinas Kelautan dan Perikanan senilai Rp2 miliar lebih itu dikhawatirkan akan bernasib sama dengan PPI, yakni tidak bisa difungsikan sama sekali.

Ketua Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Kabupaten Cirebon, Ribut Bahtiar mengatakan, pembangunan pabrik es di lokasi PPI Gebang akan sia-sia. Apalagi, sambung dia, PPI Gebang yang menjadi pusat perdagangan ikan sudah tidak berfungsi.  “Yang jadi pertanyaan yaitu nanti kalau sudah jadi, maka pemanfaatan pabrik es tersebut oleh siapa. PPI saja sudah tidak aktif. Jadi saya rasa ini akan mubazir,” paparnya.

Ribut mejelaskan, nelayan Gebang mayoritas masih sangat terikat dengan tengkulak untuk menjual hasil tangkapan, termasuk keperluan melaut. Dia pun menilai proyek pembangunan pabrik es hanya kepentingan kebijakan yang sangat dipaksakan, tanpa memahami kepentingan nelayan yang sesungguhnya.

Dirinya berharap agar pembangunan pabrik es dihentikan. Sebagai gantinya, kata dia, merevitalisasi PPI yang telah ada agar PPI tersebut dapat digunakan oleh nelayan. “Di sini kan kebanyakan nelayan masih terikat sama tengkulak, semua keperluan nelayan termasuk es melalui tengkulak. Kalau kata saya mah lebih baik revitalisasi saja itu PPI agar lebih baik serta dapat dimanfaatkan,” tegas Ribut. IR/BAG   

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger