' Eksekusi Bangunan Ruko Depok, Nyaris Ricuh - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Eksekusi Bangunan Ruko Depok, Nyaris Ricuh

Eksekusi Bangunan Ruko Depok, Nyaris Ricuh

Written By Angga Harja S on Friday, November 30, 2012 | 7:00 AM

DEPOK (LJ) - Tim Juru sita Pengadilan Negeri (PN) Depok, telah melakukan eksekusi sebanyak 20 bangunan ruko yang berlantai 2 diatas 2.000 meter tanah, milik H Mursalih, yang berlokasi di Jalan Margonda Raya, Kavling 177, Kecamatan Beji, Kota Depok,  Kamis (29/11), nyaris ricuh.

Sebanyak 700 personil petugas gabungan yang terdiri dari, 120 Sat-Pol.PP, 500 Polisi, 60 TNI, 10 Sub POM dan 10 personil Garnisun siap menghalau masa. Eksekusi yang dilakukannya tersebut, berdasarkan sesuai surat keputusan (SK) No 02/Peng.Pdt/Eks. Peng/2012/PN.Dpk.jo. Risalah Lelang Nomor:789/2011, tentang eksekusi pengosongan dan penyerahan. 

Awal pelaksanaan sempat terjadi perdebatan sengit yang kemudian terjadi dorong mendorong dengan Tim Juru Sita dengan penghuni ruko. Namun hal itu, dapat dikendalikan sehingga pelaksanaan eksekusi berjalan lancar.

Wakapolresta Depok AKBP, A.M. Kamal mengatakan, dalam eksekusi yang dilakukan, tugasnya menerjunkan ratusan personil untuk mengamankan eksekusi. "Aparat keamanan dapat bersikap persuasif, sesuai dengan prosedur pengamanan yang telah ditentukan. hal itu guna menghindari adanya bentrok fisik dengan para penghuni ruko," kata AKBP Kamal kepada sejumlah wartawan, kemarin.
                                                                            
Sementara itu, Juru Sita PN Depok Bambang Noorhadi SH, mengatakan, pelaksanaan eksekusi tersebut, setelah pihak Bank Syariah Bukopin menang lelang dengan penawaran senilai Rp7,3 milyar, yang dimiliki Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor, pada beberapa waktu yang lalu.

"Berawal adanya utang-piutang antara H.Mursalih dengan Bank Syariah Bukopin sejak tahun 2006. Sang pemilik ruko meminjam pada Bank Swanrindo sebesar Rp6, milyar kemudian Bank tersebut Kolaps lalu merger pada Bank Perserikatan, yang juga mengalami kolaps, kemudian Bank terakhir dimiliki oleh Bank Syariah Bukopin. Maka hutang dan bunga menjadi Rp10,5 miliar, jadi dilakukanlah eksekusi sesuai keputusan PN Depok," ujarnya. Tys/Hrs

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger