' Disapu Beliung, Atap Kelas SMKN 4 Ambruk - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Disapu Beliung, Atap Kelas SMKN 4 Ambruk

Disapu Beliung, Atap Kelas SMKN 4 Ambruk

Written By Angga Harja S on Monday, November 26, 2012 | 7:00 AM

BOGOR (LJ) - Plafon ruang kelas X jurusan teknik pengolahan logam (TPL) SMKN 4 Kota Bogor, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan yang secara fisik belum genap satu tahun, ambruk dan menimpa dua siswa setelah tertiup anggaran pemerintah angin puting beliung.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang berlangsung saat proses belajar mengajar (PBM) tengah berjalan. Namun peserta didik yang tertimpa plafon mengalami cidera ringan. Pihak sekolah langsung menghentikan aktifitas PBM karena khawatir, mengingat cuaca semakin ekstrim.

Kepala SMKN 4 Kota Bogor, Chairil Anwar menjelaskan, ruang kelas X merupakan salah satu dari empat kelas baru yang dibangun awal 2012 melalui bantuan APBN Rp340 juta dengan sistem swakelola. Jika melihat fisiknya, lebih disebabkan faktor alam, bukan kesalahan kontruksi. Karena empat ruangan kelas kondisinya masih kokoh berdiri dan tidak mengalami kerusakan sedikitpun.

“Kalau kontruksi buruk, tentunya kondisi yang terjadi akan lebih buruk. Apalagi kelas yang plafonnya ambruk berada di lantai dua. Menurut salah seorang tenaga pendidik yang kebetulan mendokumentasikan gambar kejadian menggunakan handphone (HP). Hujan deras dan angin puting beliung menari-nari dan masuk melalui lubang udara kelas bagian depan, mungkin karena besarnya tiupan angin, plafon lepas dari tempatnya bersandar yang terbuat dari baja ringan,” terangnya.

Lebih lanjut, agar PBM kembali berjalan lancar, pihak sekolah secepatnya akan melakukan perbaikan. “Paling telat hari Selasa kelas X sudah bisa dipergunakan,” tandasnya. Disisi lain, sejak intensitas hujan tinggi dalam sebulan terakhir, pihak sekolah berinisiatif untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi keberadaan SMKN 4 berada ditengah area perkebunan jagung dan disekitarnya masih banyak terdapat pohon besar.

Senada, diungkap Ari Budirahardjo, Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kota Bogor, musim penghujan dan cuaca yag tidak menentu harus diantisipasi sedini mungkin oleh semua warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik dan siswa.

“Mendapat laporan atap SMKN 4 ambruk, saya langsung ke lokasi untuk meninjau kondisinya. Untuk itu, saya berharap setiap sekolah, tidak hanya SMKN 4 saja, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak dan kemungkinan terjadinya bencana alam,” pintanya. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger