' Diduga Cabuli Istri Pelayaran Jabatan Pamong Desa Ender Diberhentikan Kuwu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Diduga Cabuli Istri Pelayaran Jabatan Pamong Desa Ender Diberhentikan Kuwu

Diduga Cabuli Istri Pelayaran Jabatan Pamong Desa Ender Diberhentikan Kuwu

Written By Angga Harja S on Wednesday, November 28, 2012 | 7:00 AM

KAB.CIREBON (LJ) - Kuwu Desa Ender Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Dodo Abdul Karim, akhirnya memberhentikan Rohidin (40), dari jabatannya sebagai Kaur Umum Pemdes (pemerintahan Desa) Ender karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap istri salah seorang warga.

Informasi yang dihimpun, Rohidin kepergok warga sedang berada di rumah perempuan yang tak lain istri orang berinisial KK (25) warga Desa Ender, Jumat (23/11) sekitar pukul 21.30 WIB. Warga yang merasa curiga ada seorang laki-laki di dalam rumah KK, sedangkan suaminya Qodir (31), diketahui sedang tidak berada di rumah karena bekerja di pelayaran langsung menghubungi keponakannya, Nano (26) dan Dede (25) yang tinggal serumah dengan KK saat itu sedang berada di luar rumah.

Lawi (32), warga sekitar yang mengetahui ada laki-laki di rumah KK segera menghubungi Nano dan Dede. Kemudian keduanya bersama warga melakukan pengerebekan, dan ternyata di dalam rumah istri pelayaran itu ada Rohidin. Saat itu warga akan menghakimi Rohidin, namun hal tersebut diurungkan karena Rohidin mengelak telah melakukan perbuatan mesum.

Sabtu (24/11) siang, warga melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pangenan dan kuwu setempat. Karena di balai desa tidak ada aktivitas, warga akhirnya menyampaikan laporan ke Kuwu Desa Ender, Senin (26/11).

Kuwu Dodo Abdul Karim yang didampingi Muspika Kecamatan Pangenan menemui warga yang menuntut agar Rohidin dipecat dari jabatannya.

Untuk menanggapi persoalan tersebut, kuwu bersama lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa Ender melakukan rapat dan akhirnya diputuskan untuk memberhentikan Rohidin dari jabatannya.

Sementara, Kapolsek Pangenan, AKP Jufrini berpesan kepada warga jika keputusan yang terbaik adalah dengan memberhentiikan Rohidin, maka selanjutnya diharapkan tidak ada lagi muncul gejolak yang baru dari permasalahan ini.

 “Untuk urusan hukum akan diproses melalui kepolisian. Kami berharap agar warga mempercayakan apapun keputusannya setelah dilakukan pemerikasaan nanti. Mohon untuk jaga kondusifitas desa, jangan terpancing,” kata Jufrini.

Dijelaskan Kapolsek, kasus tersebut sampai saat ini belum ada yang mengadukan baik dari korban, keluarga korban ataupun saksi. “Kasus ini masih bersifat delik aduan. Untuk itu belum bisa dilakukan proses,” tukasnya. IR/PIP.

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger