' Dana Kampanye Minim, Dede Yusuf Pinjam ke Bank - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Dana Kampanye Minim, Dede Yusuf Pinjam ke Bank

Dana Kampanye Minim, Dede Yusuf Pinjam ke Bank

Written By Angga Harja S on Friday, November 30, 2012 | 2:17 AM

BANDUNG - Calon Gubernur (Cagub) Jabar Dede Yusuf ternyata tak punya modal dana yang besar untuk membiaya kampanye politiknya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2013. Bahkan untuk mengantisipasi persiapan kampanye, pasangan Cawagub Lex Laksamana ini mengaku akan meminjam uang ke bank. Itu dilakukan jika saat menjelang kampanye dirinya tak punya uang atau donatur yang siap membiayai kampanye.

"Kalau saya tidak ada uang ya terpaksa kredit lagi," kata Dede seraya tersenyum kepada wartawan yang mencegatnya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro-Kota Bandung, Kamis (29/11). Namun begitu, Wakil Gubernur Jabar ini enggan menyebut berapa jumlah dana yang akan dipinjamnya ke bank, termasuk barang yang akan jadi jaminannya. "Ada deh," ucapnya seperti bergurau.

Soal pinjam uang ke bank, hal itu bukan yang pertama. Pada Pilgub Jabar 2008, ia juga meminjam uang ke bank untuk modal kampanye bersama Ahmad Heryawan. Bahkan hingga kini, ia masih mencicil tiap bulan untuk melunasi pinjamannya. "Tinggal tiga bulan lagi (lunas). Dulu saya pinjam hampir Rp 2 miliar," tuturnya.

Soal sisa kredit yang harus dibayar, Dede memberi jawaban. "Utang masih ada sekitar Rp 78 juta, itu belum selesai ke bank," tandasnya seraya mengimbau seluruh kader parpol di koalisi Babarengan dan masyarakat simpatisan yang menjadi relawan pemenangan Dede-Lex untuk tetap bersemangat bekerja keras menyukseskan pasangan Dede-Lex di Pilgub.

Dalam kesempatan itu, Dede Yusuf juga mengaku dirinya kini membiasakan diri melakukan kegiatan tanpa didampingi protokoler. Bahkan untuk urusan pribadi, ia mengaku tidak menggunakan fasilitas negara. Untuk kendaraan dinas misalnya, ia hanya menggunakannya saat menjalani tugasnya sebagai wakil gubernur.

Namun saat kegiatan pribadi atau politiknya, keponakan Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda ini mengaku tidak akan menggunakannya. "Untuk urusan pribadi, saya sewa mobil karena mobil saya di Jakarta, tidak pakai kendaraan dinas," ujarnya sambil menambahkan ia sudah membiasakan diri sejak dulu tidak didampingi protokoler saat menjalani kegiatannya. "Saya membiasakan diri untuk tidak terlalu terbuai protokoler, biasa saja," cetusnya.

Meski jarang didampingi protokoler, Dede tidak mempermasalahkannya. Bahkan ia meminta protokoler atau PNS di lingkungan Pemprov Jabar tetap fokus pada tugasnya. "Saya tidak pernah memaksa staf, tidak pernah menyuruh ikut acara saya (sebagai wagub). Ke mana pun saya pergi, tidak ada yang mendampingi. Buat saya mereka lebih baik fokus. Yang harus dilayani bukan pimpinan, tapi masyarakat," jelas Dede.

Menghadapi pilgub, ia menyebut harus membedakan posisi antara pejabat negara (wagub) atau pejabat politik (cagub). Saat dalam posisi sebagai cagub, ia menegaskan tidak akan memakai fasilitasnya sebagai wagub. "Jadi ada pejabat politik, ada pejabat pemerintah, harus dibedakan, tidak boleh dicampuradukkan," tegas Dede seraya meminta para PNS bersikap netral dalam menghadapi pilgub. "PNS netral saja," pungkasnya. FER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger