' Bupati Bogor Didesak Mutasi Pejabat Bermasalah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Bupati Bogor Didesak Mutasi Pejabat Bermasalah

Bupati Bogor Didesak Mutasi Pejabat Bermasalah

Written By Angga Harja S on Wednesday, November 28, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR - Kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (Dinas/Badan) di lingkungan Pemerintah Kabupaten--Pemkab--Bogor, selama kurun waktu empat tahun kepemimpinan Bupati Rachmat Yasin dinilai banyak pihak sangat buruk. Selain terjangkiti praktek korupsi, beberapa dinas strategis di Pemkab Bogor, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Tata Ruang dan Bangunan serta Dinas Binamarga, juga dianggap gagal dalam melaksanakan tugasnya sesuai visi-misi Bupati Rachmat Yasin dan Wakil Bupati Karyawan Faturrahman.

Karenanya, tak sedikit LSM dan elemen masyarakat lainnya yang mendesak Bupati segera untuk melakukan mutasi pejabat pada dinas-dinas yang ditengarai bermasalah. Setidaknya, rencana mutasi pejabat dan staf itu dilaksanakan pada akhir 2012 ini. Hal ini selain bertujuan untuk memperbaiki citra Pemkab Bogor yang kini terpuruk akibat sejumlah kasus korupsi dan kasus Hambalang, juga dimaksudkan untuk penempatan pejabat yang lebih kompeten, sehingga dinas dan badan bisa merealisasikan visi-misi Rachmat Yasin diakhir masa jabatannya sebagai Bupati pada 2013 mendatang.

“Kalau Bupati ingin lebih terpuruk, ya silahkan pertahankan komposisi kepala dinas dan badan yang ada sekarang ini. Tapi kalau mau maju dan setidaknya dapat menunjang program Bupati, ya harus secepatnya diganti. Saya rasa Bupati lebih paham soal ini ketimbang kita. Masalahnya, dia mau atau tidak memperbaiki kinerja Pemkab? Kan kembali pada sikap dan komitmen beliau," kata Ketua LSM For Public Rico Pasaribu kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Rico menilai momen akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi dan mengganti pejabat-pejabat berkinerja buruk dan bermasalah. Pasalnya, kalau tidak sekarang, maka program-program Bupati Rachmat yang sebenarnya sangat bagus dan cukup spektakuler akan sulit dicapai. Malahan, jika tidak segera bertindak, bisa jadi Bupati akan terseret kasus korupsi yang dilakukan anakbuahnya," katanya.

Rico juga mengkritisi penempatan pejabat saat ini, dimana masih banyak pejabat bermasalah yang dipertahankan oleh Bupati. Bahkan ada pejabat yang pernah menjadi terdakwa kasus korupsi, malah dipromosikan menjadi kepala dinas. "Apakah memang sudah tidak ada orang yang kompeten dan kredibel lagi di lingkungan Pemkab Bogor? Bagaimana itu ceritanya pejabat yang punya catatan hitam malah dipromosikan. Terbukti, sekarang kinerjanya pun kurang optimal,” tandas Rico.

Dia juga menyoroti pejabat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) yang belum lama ini terlibat dalam praktek pungutan liar (pungli) kepada para kepala desa (kades) penerima bantuan sepeda motor (bantor) dari gubernur Jawa Barat (Jabar). “Kasus pungli bantor Jabar yang dilakukan BPMPD seharusnya mendapatkan perhatian serius Bupati. Apalagi, Kepala BPMPD sendiri mengakui adanya pungli yang dilakukan dinasnya kepada para kepala desa tersebut. Namun mengapa masih dipertahankan, apakah memang bupati ingin ‘membudayakan pungli?" ujarnya.

Sayangnya, Sekretaris Daerah Kab.Bogor yang juga merangkap Kepala Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan Pemkab, Nurhayanti, hingga berita ini diturunkan tak berhasil dikonfirmasi terkait hal ini. Demikian juga ketika LINGKAR JABAR menyambangi pendopo Bupati, terlihat sepi. Menurut seorang petugas Pol PP, Bupati Rachmat tengah berada di luar pendopo menghadiri suatu acara. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger