' Wartawan Bogor Unjuk Rasa Tolak Kekerasan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Wartawan Bogor Unjuk Rasa Tolak Kekerasan

Wartawan Bogor Unjuk Rasa Tolak Kekerasan

Written By dodi on Thursday, October 11, 2012 | 7:00 AM


BOGOR (LJ) - Sebanyak puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik yang bertugas di wilayah Bogor, Jawa Barat menggelar unjuk rasa di halaman parkir Kantor Radar Bogor, Jalan KHR Abdullah bin Nuh, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat,  Kota Bogor.

Selama melakukan aksi,puluhan wartawan melakukan orasi dan membawa poster berisikan kecaman terhadap aksi pengeroyokan yang menimpa Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Radar Bogor Faturohman S Kanday, oleh organisasi masyarakat (ormas) yaitu Pemuda Pancasila (PP), pada Senin 8 Oktober 2012 lalu. "Kami mengutuk keras terhadap tindak kekerasan atau aksi premanisme yang mengatas namakan organisasi hanya gara-gara pemberitaan," ujar para wartawan, Rabu (10/10).

Hal senada juga diungkapkan Azwar, wartawan Radio Republik Indonesia (RRI). Menurutnya, jika memang ada pihak-pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan di suatu media, sebaiknya tempuh prosedur yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40/1999 tentang pers. "Bukan dengan cara mendemo kantor redaksi, terus mengancam dan mengeroyok. Tentunya sikap itu suatu pelanggaran hukum dan harus ditindak tegas," ujarnya.

Sementara itu, Chief Executif Officer (CEO) Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu mengaku pihaknya akan terus menempuh jalur hukum terkait kasus kekerasan yang menimpa awak medianya. "Kita tidak akan mundur apalagi takut dengan segala bentuk ancaman atau intimidasi apapun. Ini era kebebasan pers bukan era Orde Baru. Jika keberatan dengan pemberitaan kami, tempuh jalur hak jawab dan adukan ke Dewan Pers. Bukan mengintimidasi," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan anggota Pemuda Pancasila (PP) di wilayah Kota Bogor, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Radar Bogor, Senin (8/10) lalu. Aksi ratusan anggota PP, memprotes pemberitaan yang diterbitkan koran lokal tersebut, pada 1 Oktober 2012, terkait Pemuda Pancasila.

"Aksi yang kami lakukan ke Kantor Radar, sebenarnya aksi damai untuk meminta permohonan maaf dari pimpinan koran lokal itu kepada PP atas tulisannya yang berbau opini. Makanya, saat demo kami minta redaksi keluar dan berbicara dengan anggota kami," kata Ketua Pemuda Pancasila Kota Bogor M Benninu A, dihubungi LINGKAR JABAR, kemarin malam.

Namun saat PP minta pimpinan Radar itu keluar, terjadilah aksi saling dorong antara anggota PP dengan redaksi Radar. Tetapi, setelah kejadian itu Benninu mengaku langsung meminta maaf kepada pimpinan Radar maupun redaksi dengan masuk kedalam kantor tanpa didampingi anggota PP. "Kami pribadi langsung minta maaf, dan saat itu disaksikan beberapa anggota dari kepolisian," akuinya.

Benninu menjelaskan, awal kedatangan anggota PP untuk meminta pertangungjawaban direksi Radar terkait pemberitaan tersebut dengan beberapa persyaratan, yakni permintaan maaf kepada PP melalui koran harian nasional selama tujuh hari, permintaan maaf melalui koran harian Jawa Barat selama tujuh hari, memberikan kompensasi atau fee atas pemberitaan tersebut dengan menaikan setiap tulisan anggota PP. "Karena adanya kejadian itu, akhirnya satu yang tidak disanggupi direksi Radar yaitu, menaikan permohonan maaf melalui koran harian nasional. Tapi persyaratan lain yang kami minta semuanya disanggupi," pungkasnya. ALI










Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger