' Warga Ciadeg Kecewa, Patok Tol Bocimi Dicabut - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Warga Ciadeg Kecewa, Patok Tol Bocimi Dicabut

Warga Ciadeg Kecewa, Patok Tol Bocimi Dicabut

Written By dodi on Tuesday, October 16, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR (LJ) - Rasa pesismistis Pemilik lahan di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, terhadap wacana pembangunan mega proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), kian jelas. Buktinya, beberapa patok pembatas disejumlah lahan yang sudah masuk floating peta rincik, mulai raib.

Sejumlah pihak menduga, hal itu terjadi, sebagai bentuk kekecewaan warga pemilik lahan yang hingga saa ini tak kunjung mendapat kejelasan, terkait pembayaran ganti untung (kompensasi) lahan tol sepanjang 54 kilometer tersebut. "Jangankan pembayaran lahan atau bangunan, sosialisasi hargapun sampai saat ini belum dilakukan. Wajar saja warga menjadi kecewa terhadap pihak-pihak yang terlibat wacana pembangunan tol ini," kata Sopandi, staf Desa Ciadeg kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Dia menjelaskan, pengukuran lahan, bangunan serta tanaman, sudah selesai dilakukan pihak terkait diantaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) serta Dinas Pertanian. "Itu sudah dilakukan lebih dari setahun lalu.  Makanya wajar, kalau mereka kerap mempertanyakan hal ini kepada kami (Pemdes). Karena kami yang menangani berkas lahan mereka," paparnya.

Pihaknya khawatir, jika tak kunjung menerima kejelasan, Pemdes akan menjadi sasaran kekecewaan warga. Seperti terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Caringin, beberapa tahun lalu. "Kami berkaca pada kejadian waktu di kantor Desa Ciherang beberapa tahun lalu, puluhan pemilik lahan mengamuk dan merusak aset desa. Dan jika tidak diantisipasi, ini pun bisa terjadi di desa kami," imbuhnya.

Senada, Yadi, Ketua RW 04, Kampung Nagrog, Desa Ciadeg, membenarkan, beberapa patok pembatas di wilayahnya, sudah dicabut pemilik lahan. Bukan tidak mungkin, lajut dia, warga pemilik lahan lainnya akan melakukan hal serupa, jika pihak terkait yakni TPT, P2T serta Trans Jabar Tol, tak kunjung memberikan kejelasan. "Bagaimana kami tidak bingung, mau digarap, takutnya keburu dibebaskan. Seperti sekarang ini, saya mau bangun rumah pun bingung, takut pembangunan tol jadi dilakukan," ujarnya.

Terlebih, sambung Yadi, kabar dari sejumlah sumber menyebutkan, tim apresial (pembebasan) berjanji akan turun ke lokasi lahan setelah Idul Fitri lalu. "Kabarnya seperti itu, tapi buktinya kan engga ada. Yang ada kami hanya dibuat makin bingung,"tandasnya.

Di wilayah Desa Ciadeg, tercatat lebih dari 200 ratus pemilik lahan menanti kejelasan dari pihak terkait tentang kepastian pembayaran lahan, bangunan serta tanaman milik mereka.

Kini persoalan pembebasan lahan Bocimi, telah berdampak pada persoalan sosial di tengah masyarakat. Tak sedikit, diantara pemilik lahan yang terlibat urusan hutanga- piutang dengan pihak perbank-an terkait rencana pembebasan lahan seluas sekitar 22 hektar di wilayah tersebut. "Kalau memang uangnya tidak ada, jangan bisanya cuma janji-janji manis terus. Pikirkan dampaknya bagi pemilik lahan.  Tak sedikit diantara kami yang kini masuk dalam persoalan pelik," ujar H. Solihin, warga Kampung Tegal Kopi. ASP
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger