' Turunkan 1000 Guru Sekda Purwakarta Minta Masyarakat Dukung Program BTQ - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Turunkan 1000 Guru Sekda Purwakarta Minta Masyarakat Dukung Program BTQ

Turunkan 1000 Guru Sekda Purwakarta Minta Masyarakat Dukung Program BTQ

Written By dodi on Tuesday, October 23, 2012 | 7:00 AM


KAB.PURWAKARTA (LJ)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bakal menurunkan 1000 guru agama yang akan di tempatkan ditiap sekolah dasar. Penempatan seribu guru agama itu untuk mendukung program baca tulis Al-Qur'an (BTQ) yang saat ini sedang di laksanakan.

“Agar program BTQ berjalan, para orang tua harus mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Itu dilakukan, agar anak-anak selain memiliki pengetahuan juga memiliki ilmu agama,” kata Dadan Koswara, Sekda Purwakarta kepada LINGKAR JABAR saat kegiatan pembinaan SPP PNPM Mandiri Perdesaan di Desa Dangdeur Kecamatan Bungursari, kemarin.

Dadan mengatakan, program BTQ tidakan berjalan di Kabupaten Purwakarta jika para orang tua tidak memberikan dukungannya, seperti orang tua membiarkan anaknya tidak belajar agama pada waktu sore hari. Sebab, mendidik dan mempertanggungjawabkan anak itu berat.

"Jadi tidak saja di dunia, tapi juga pertanggungjawaban di akhirat nanti," ujarnya.

Pada kesempatan itu, sekda juga minta agar masyarakat betul-betul memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah, seperti dukumen kependudukan maupun asuransi kesehatan dan kematian. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan secara langsung pelayanan yang telah diberikan oleh pemerintah daerah.

Pemkab Purwakarta, sambung Dadan, kini tengah focus terhadap pelayanan publik yang dilaksanakan di setiap desa melalui kegiatan Gempungan Diburuan Urang Lembur. Hal itu dalam upaya menuju Purwakarta istimewa, dimana pemimpin memberikan pelayanan kepada masyarakatnya, bukan masyarakat yang melayani pemimpinnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, fasilitas yang telah diberikan kepada masyarakat seperti pembuatan KTP, KK dan Akta Kelahiran juga penyambungan listrik secara gratis dan pemberian asuransi kesehatan serta kematian bagi pekerja sosial dan informal, betul-betul dapat dimanfaatkan dengan baik guna membantu kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Berkaitan dengan kegiatan simpan pinjam kelompok perempuan (SPP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), Dadan juga minta agar setiap kelompok bisa memutarkan modal usahanya. Sehingga ketika waktu pengembalian modal, tidak ada yang macet karena usaha dikelolanya tidak berjalan.

Antar kelompok SPP, harus saling mendukung dan saling mengingatkan jika satu sama lainnya ada yang macet dan tidak berjalan dengan baik. Sebab jika satu saja macet, tentu akan berdampak terhadap yang lainnya.

“Itulah pentingnya Silih Asah Silih Asih dan Silih Asuh yang harus diterapkan disetiap kelompok SPP," ujarnya.

Selain mampu menjalankan kegiatan usahanya, tambah Dadan, setiap kelompok SPP juga harus mampu memenej keuangan. Jika kegiatan usahanya berkembang dan pengembalian modal usahanya lancar, maka kesejahteraan akan meningkat.

 "Yang dimaksud dengan Purwakarta Istimewa seperti itu, karenaa semua masyarakatnya telah maju," tukas sekda. YAS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger