' Terkait Sengketa Tanah PT.Condong Garut Dituding Menindas Masyarakat - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Terkait Sengketa Tanah PT.Condong Garut Dituding Menindas Masyarakat

Terkait Sengketa Tanah PT.Condong Garut Dituding Menindas Masyarakat

Written By dodi on Wednesday, October 24, 2012 | 7:00 AM

GARUT (LJ) - Ketua LKTKN GARUT Andri Rahmandani menilai aparat penegak hukum cenderung berpihak dalam menangani kasus sengketa tanah antara warga dengan PT.Condong Garut. Hal itu terbukti dengan lebih didahulukannya penanganan perkara aksi perusakan 1.327 batang pohon jarak di areal seluas setengah hektar yang diklaim sebagai milik PT.Condong Garut. Kasus perusakan yang diduga dilakukan belasan orang suruhan dua warga yang bersengketa dengan PT.Condong sudah sampai di meja hijau.

Padahal, kata Andri, jika ditarik benang merahnya, kasus ini merupakan soal sengketa tanah. "Ini kan masalah perdata dan juga belum selesai, jadi harus diselesaikan dulu masalah sengketa tanahnya dengan pihak BPN. Baru permasalahan ini akan kelihatan titik terangnya siapa yang benar dan salah. Selanjutnya, kasus pidananya layak untuk dimeja-hijaukan," ujar Andri kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Andri mengatakan, dia dan banyak elemen masyarakat sangat prihatin sekaligus menyayangkan tindakan PT.Condong yang terkesan menindas rakyat kecil. Sebab dalam upaya penyelesaian sengketa dengan penduduk di sekitar lokasi perkebunan miliknya, PT.Condong lebih memilih opsi memproses hukum. Padahal, silang sengketa atau masalah perdatanya belum juga tuntas.

Sekedar informasi, sidang lanjutan kasus tindak pidana pengrusakan sebanyak 1.327 batang pohon jarak diatas lahan seluas kurang lebih setengah hektar milik PT.Condong Garut digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa (16/10) lalu. Sidang dengan terdakwa Endi Rohendi dan Yayat Ruhiyat, penduduk Desa Tegal Gede, Kecamatan Pakenjeng, ini menghadirkan empat saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum PT.Condong.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua R.Hedi Belyandi SH.MH serta dua hakim anggota Danield Ronal SH.MHum dan Ny.Teti Sulestri.SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dandi Alamsayah dan Neneng, mendengarkan keterangan para saksi, yakni Jajang ahmad, Yana topan, Muman dan Dede Kustandi. Setelah disumpah kemudian masing-masing digilir untuk memberikan keterangan kesaksian terkait kejadian pembantaian pohon jarak milik PT.Condong Garut.

Data yang diperoleh LINGKAR JABAR, PT.Condong Garut bukanlah perusahaan baru, tapi berdiri sejak puluhan tahun silam. Perkebunan ini Mulai  dibuka tahun 1900 dengan  Akte pendiri 1910 NV Jawattie & CO LTD ( Inggris ). Pada tahun 1963, Republik Indonesia bertentangan dengan Pemerintah Inggris akibat berdirinya Negara Kerajaan Malaysia yang dianggap boneka Inggris. Karenanya, pada 1964, semua perusahaan Inggris dinasionalisasikan dan salah satunya perkebunan Condong Menjadi PP Dwikora V (Perusahaan Perkebunan Dwikora) yang dipimpin oleh Edi Wiyono.

Pada tahun 1968 Ke NV Telogo  Rejo United Plantations CTD sebagai pemilik menguasakan ke PT Air Murni, dan pada tahun 1969 Telaga Rejo sebagai pemilik memperebutkan dengan pemegang kuasa PT Air Murni. Lalu pada tahun 1970, untuk melerai permasalahan diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia yaitu  PTPN 13. Pada tahun 1972 diserahkan lagi ke pemiliknya yang bersengketa, yaitu PT Telaga Rejo dengan Air Murni yang diajukan ke pengadilan. Akhirnya pada tahun 1975 dijual kepada  PT Condong Garut dengan luas areal 7.984,31 hektar dan selanjutnya diperpanjang tahun 1998 dengan luas 7768,30 hektar sampai 16 september 1998. JUL/BDN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger