' Target PAD Naik DPKAD Kejar Target Melalui Uji Petik - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Target PAD Naik DPKAD Kejar Target Melalui Uji Petik

Target PAD Naik DPKAD Kejar Target Melalui Uji Petik

Written By dodi on Monday, October 22, 2012 | 7:00 AM

KAB.PURWAKARTA (LJ) – Bidang Penggalian Potensi dan Penetapan pada Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Purwakarta terus melakukan berbagai manuver untuk mengejar target pendapatan daerah (PAD). Hal tersebut dilakukan DPKAD, karena sejak 1 Oktober 2012 lalu PAD telah mengalami kenaikan (perubahan) anggaran.

“Untuk mengejar target, kami melakukan berbagai upaya termasuk melakukan uji petik di lokasi dengan cara mendatangi wajib pajak secara dor to dor. Selain itu, kami juga melakukan pemanggilan kepada wajib pajak yang membandel,” ungkap Iwan Kuswandi, Kabid Penggalian Potensi dan Penetapan DPKAD Kabupaten Purwakarta kepada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, Jumat (19/10). 

Ia mengatakan, sejak adanya perubahan anggaran dibeberapa item, seperti pajak hotel, restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan (PPJ), pajak parkir, pajak air tanah dan pajak mineral bukan logam dan batuan serta pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pihaknya kini telah melakukan berbagai manuver.

"Upaya yang telah kami lakukan itu agar taget PAD yang telah mengalami kenaikan, bisa tercapai sesuai target yang telah ditetapkan," ujarnya.

Adapun kendala yang dihadapi pihaknya, lanjut Iwan, sejumlah wajib pajak sebelumnya sempat mengajukan keberatan atas Perbup No 541.3/Kep.569-DPKAD/2012 tentang nilai pajak mineral bukan logam dan batuan di Kabupaten Purwakarta, karena dinilai terlalu besar dan memberatkan para pengusaha yang nota bene sebagai wajib pajak.

Namun setelah adanya perubahan Perbup dari No 541.3/Kep.569-DPKAD.2012 menjadi Perbub No 541.3/kep.258-DPKAD/2012, lanjutnya, sejumlah wajib pajak kini sudah memenuhi kembali kewajibannya.

 "Meskipun demikian, tetap saja perlu adanya upaya pendekatan agar para wajib pajak betul-betul menyadari kewajibannya," kata Iwan. 

Menyoal jenis dan besaran kenaikan pajak, Iwan memaparkan bahwa semua jenis pajak telah mengalami kenaikan, seperti pajak hotel dari Rp 3,5 miliar menjadi Rp 3,9 miliar lebih atau naik sekitar 10,59 persen. Begitu pula dengan pajak restoran dari Rp 5,9 miliar menjadi Rp 6 miliar lebih atau naik sekitar 1,53 persen.

Untuk pajak hiburan, sambung Iwan, dari Rp 350 juta menjadi Rp 400 juta lebih atau naik 16,73 persen, pajak reklame dari Rp 1,8 miliar menjadi Rp 2,1 miliar lebih atau naik 18.01 persen. Sedangkan Pajak penerangan jalan (PPJ) dari Rp2,3 miliar menjadi Rp 23,2 miliar lebih atau naik 4,30 persen, pajak air tanah dari Rp 788 juta menjadi Rp 855 juta lebih atau naik sekitar 8,52 persen.

Untuk pajak mineral bukan logam dan batuan, tidak mengalami perubahan atau masih tetap sebesar Rp 3,2 miliar lebih. "Namun yang paling signifikan mengalami kenaikannya, yakni BPHTB dari Rp 44 miliar lebih menjadi Rp 85 miliar lebih atau naik 94,02 persen," tukas Iwan.  YAS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger