' Sumur Kekeringan Warga Kaliwedi Beli Air Sungai Ratusan Ribu Rupiah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Sumur Kekeringan Warga Kaliwedi Beli Air Sungai Ratusan Ribu Rupiah

Sumur Kekeringan Warga Kaliwedi Beli Air Sungai Ratusan Ribu Rupiah

Written By dodi on Thursday, October 11, 2012 | 7:00 AM

KAB CIREBON (LJ)- Kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dimusim kemarau tahun 2012 ini terus menghantui warga disejumlah desa yang ada di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Hujan yang tak kunjung turun di daerah pemasok udang itu, mengakibatkan sumur warga kering kerontang tanpa ada air. Sehingga, untuk mencukupi kebutuhan MCK (mandi cuci dan kakus) warga terpaksa harus membeli air sungai dengan harga mulai Rp100 ribu hingga Rp120 ribu.
 "Sudah beberapa bulan ini kami terpaksa membeli air untuk mengisi bak penampungan, karena kemarau panjang membuat sumur kami kering," ungkap Tuti (32), warga Desa Guwa Kidul Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, Kemarin.

Ia mengaku air yang diambil dari sungai tersebut hanya digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci. Sedangkan untuk kebutuhan minum, dan masak dia terpaksa harus membeli lagi dari pedagang air keliling dengan harga per
jerigennya Rp2.000.

"Untuk mengisi bak penampungan air kami harus mengeluarkan uang Rp120 ribu. Itu pun hanya cukup untuk kebutuhan kami satu minggu," ujar Tuti.

Kondisi seperti ini hampir terjadi setiap tahun dan cukup menyusahkan warga setempat. Bahkan warga harus mencari sumber-sumber mata air hanya untuk mendapatkan seember air. Selain itu, mereka terpaksa harus mengantri untuk mendapatkan air di sumur warga lain yang masih ada sumber airnya.

"Setiap tahun kondisinya selalu begini. Sementara jaringan PDAM di sini juga nggak ada," keluhnya.

Kekeringan juga dirasakan, Anah, warga Kaliwedi lainnya. Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari terpaksa dia juga harus membeli air untuk mengisi bak penampungan air tersebut.

"Untuk mengisi bak air, kami harus mengeluarkan dana sebesar Rp100 ribu. Air tersebut bisa dipakai buat kebutuhan selama sekitar sepuluh hari," akunya.

Sementara, Kepala Desa Guwa Kidul, Ade Firdaus meminta Pemkab Cirebon segera turun tangan untuk mengatasi persoalan krisis air di desanya tersebut. Kanapa, karena krisis air yang terjadi di desanya tahun ini sudah sangat parah. Selain ketiadaan air bersih, ratusan hektar sawah di desanya juga terkena puso akibat kemarau
panjang.
 "Dari sekitar 450 hektar sawah di desa kami, 350 hektare diantaranya terkena puso," tukasnya. MAR/PIP/HEN (C12)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger