' Sukses Program, BKKBN Membutuhkan Tambahan Ribuan PLKB - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Sukses Program, BKKBN Membutuhkan Tambahan Ribuan PLKB

Sukses Program, BKKBN Membutuhkan Tambahan Ribuan PLKB

Written By dodi on Wednesday, October 10, 2012 | 7:00 AM

BOGOR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menilai Pekerja Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dinilai sangat efektif untuk mensosialisasikan program Keluarga Berencana hingga pelosok daerah di seluruh Indonesia. Karenanya, BKKBN saat ini masih membutuhkan PLKB guna menyukseskan program KB di tanah air.

"Kebutuhan PLKB memang sangat mendesak untuk menyukseskan program KB," kata Kepala BKKBN Dr dr Sugiri Syarief usai acara Jambore Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Bogor, Selasa (9/10). Sugiri menjelaskan, jumlah PLKB pada saat ini sangat memprihatinkan, BKKBN kekurangan sekitar 17 ribu orang PLKB, namun jika menunggu jalur rekrutmen reguler menggunakan pengangkatan PNS membutuhkan waktu yang lama.

"Karenanya, pemerinta pusat beinisiatif menggunakan jalur tenaga kontrak mengingat kebutuhan akan PLKB yang mendesak, jelasnya seraya memaparkan kebutuhan 17 ribu PLKB kontrak akan memenuhi 39 ribu PLKB di seluruh Indonesia dengan 79 ribu desa, jika satu PLKB untuk dua desa. “Tenaga kontrak rencananya akan direkrut untuk tiga tahun dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan,” katanya.

Tugas PLKB nantinya adalah menggerakkan masyarakat untuk ikut aktif mengikuti program KB. Dia juga menambahkan, tenaga petugas lapangan KB yang ada pada saat ini berjumlah 21.600 orang sedangkan idealnya adalah 1 petugas lapangan membina satu hingga dua desa.

Sugiri juga berkomentar mengenai kepesertaan pria dalam program KB. Dijelaskannya, pria semestinya ikut bertanggung jawab dan mau berperan langsung melalui penggunaan alat kontrasepsi dan mengikuti metode vasektomi. Tak perlu ragu, vasektomi bukanlah kebiri dan dinilai paling efektif untuk meredam angka kelahiran.

Menurutnya, vasektomi adalah metode sterilisasi dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria sehinga saluran benih tertutup dan tidak dapat menyalurkan sperma. Serupa dengan itu, bagi perempuan diberlakukan tubektomi, yakni proses sterilisasi dengan cara mengikat saluran telur (tuba falopi) sehingga perjalanan sel telur terhambat karena saluran sel telur tertutup.

Sugiri menambahkan, vasektomi sebenarnya aman dan sama sekali tidak melanggar hak-hak pria. Lagi pula, metode ini tidak bersifat permanen. "Metode ini dilakukan dengan tanpa operasi ini dilakukan dengan mengikat saluran sperma. Namun, pengikatan ini tidak bersifat permanen, alias bisa dilepas seperti semula," tambah Sugiri, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Sugiri menjelaskan metode ini sangat ampuh, efisien, dan tidak berbahaya, serta tidak berpengaruh terhadap kemampuan maupun kepuasan seksual. "Vasektomi hanya menghentikan aliran spermatozoa, sehingga air mani tidak mengandung spermatozoa pada saat ejakulasi tanpa mengurangi volume air mani dan tidak mempengaruhi libido (gairah seksual), kemampuan ereksi, ejakulasi dan orgasme," pungkasnya. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger