' Soal Bantuan Plunger Pump Kejari Bakal Panggil DPUPESDM dan PDAM - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Soal Bantuan Plunger Pump Kejari Bakal Panggil DPUPESDM dan PDAM

Soal Bantuan Plunger Pump Kejari Bakal Panggil DPUPESDM dan PDAM

Written By dodi on Thursday, October 4, 2012 | 7:00 AM

CIREBON (LJ)– Pejabat di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Pengelolaan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) dan PDAM Tirta Dharma Kota Cirebon dipastikan tak bisa tidur nyenyak setelah mencuatnya proyek pengadaan Plunger Pump bantuan provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun anggaran 2011 sebesar Rp1,5 miliar. Pasalnya, pengadaan alat ke perusahaan plat merah Kota Cirebon untuk megantisipasi krisis air bersih itu diduga proyek fiktif oleh kalangan mahasiswa, bakal ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri (Kejari).
Bahkan Kejari Kota Cirebon, mengaku akan memanggil para pejabat yang terlibat dalam proyek pengadaan plunger pump, baik DPUPESDM maupun jajaran direksi PDAM. "Nah pemanggilan pejabat DPUPESDM karena dinas tersebut sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), sedangkan direksi PDAM Tirta Dharma selaku penerima pengadaan proyek tersebut," ujar sumber Kejari yang namanya enggan disebutkan kepada LINGKAR JABAR, kemarin.
Pemanggilan para pejabat di dinas terkait dan perusahaan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) itu untuk mempertanyakan sejauhmana pelaksanaan bantuan provinsi Jabar tersebut. Apalagi dari informasinya proyek yang menelan anggaran miliaran tahun 2011 itu belum ada buktinya.
 "Kalaupun proyek itu gagal dilaksanakan, KPA harus melakukan pengumuman ulang. Dan anggaran yang tak terserap oleh dinas terkait harus dikembalikan lagi ke negara. Jika sampai sekarang belum ada pengembalian ke negara maka kami akan mempertanyakan alasannya," tegas sumber tersebut.
Sementara, Alan, Bidang Sumber Daya Air di DPUPESDM yang juga sebagai KPA dalam pengadaan proyek itu terkesan menghindar dari awak media ketika ditemui, alasannya selalu sibuk dan tidak bisa diganggu. Sikap sama juga dilakukan direksi PDAM Tirta Dharma, perusahaan milik pemerintah Kota Bogor. Mulai dari Dirut (Direktur Utama) ataupun Dirum (Direktur Umum) sama-sama sepakat tak mau memberikan keterangan, soal bantuan provinsi Jabar itu.
Terpisah, Ketua Program Kerja (Pokja) yang semula ditujukan kepada H. Syukur, Kepala Bidang Perlengkapan Pemkot Cirebon mengelak tentang proyek plunger pump.
Menurut dia, dirinya masuk sebagai Ketua pokja sejak Oktober 2012, sehingga tidak mengetahui samasekali tentang proyek Plunger Pump yang anggaranya mencapai 1,5 Miliar tersebut.
Sebelumnya, kalangan mahasiswa yang tergabung kedalam FMB (Forum Mahasiswa Bersatu) Indonesia menyoroti proyek yang bersumber dana bantuan dari Jabar itu, karena sampai saat ini tidak ada kejelasan dan diduga fiktif. Sebab belum terlihat ada aktivitas pengerjaan yang dilakukan rekanan pemerintah atau pengusaha.
 "Wajar saja kalau kami pertanyakan bantuan itu, karena sampai sekarang belum terlihat adanya aktivitas pemasangan plunger pump tersebut. Padahal, bantuan provinsi Jabar melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2011," tegas Moch Mansur, Ketua FMB Indonesia.
Dalam masalah ini, direksi PDAM harus bertangungjawab dengan ketidakjelasan pelaksanaan pengadaan plunger pump itu, karena BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Kota Cirebon ini selaku penerima bantuan. Apalagi dari informasinya jika bantuan duit miliaran itu sudah masuk ke LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Provinsi Jabar.
 "Belum ada kegiatan diproyek pengadaan ini, tentunya menjadi pertanyaan besar buat kami. Terlebih melihat waktu yang ditentukan masa pekerjaannya, apakah mungkin di tahun 2012 ini bisa dilaksanakan. Entah ada kendala apa hingga pekerjaan tersebut belum juga dikerjakan," ujarnya.
Mansur mengatakan, masalah ini tentunya banyak yang dirugikan terutama masyarakat atau pelanggan perusahaan plat merah Kota Cirebon, sebab bantuan itu diperuntukan untuk mengatasi krisis air yang saat ini dikeluhkan masyarakat.  
 "Kami minta pihak terkait terutama aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon  memanggil kuasa pengguna anggaran (KPA) serta Direktur PDAM untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan proyek plunger pump yang diduga fiktif tersebut," tegasnya. MAN/EKA/PIP (C12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger