' SMPN 1 Kapetakan Jual LKS Surat Larangan Kepala Dinas Tak Digubris - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » SMPN 1 Kapetakan Jual LKS Surat Larangan Kepala Dinas Tak Digubris

SMPN 1 Kapetakan Jual LKS Surat Larangan Kepala Dinas Tak Digubris

Written By dodi on Monday, October 29, 2012 | 7:00 AM

KAB. CIREBON (LJ)– Surat edaran yang disebarkan Kepala Dinas Pendidikan (Ka Disdik) Kabupaten Cirebon tentang larangan sekolah tingkat SD dan SMP melakukan praktek jual beli buku kepada siswa, sepertinya tidak digubris semua sekolah. Pasalnya, sejumlah siswa di SMPN 1 Kapetakan, Kecamatan Kapetakan mengaku masih diwajibkan membeli buku LKS (lembar kerja siswa) sebesar Rp69.000.

 "Memang sampai sekarang kami masih diwajibkan membeli buku LKS sebanyak 8 buah dengan biaya sebesar itu," aku
Hln, salah seorang siswi SMPN 1 Kapetakan kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Menurut dia, setiap siswa diharuskan memiliki 12 mata pelajaran LKS, untuk 4 buah LKS siswa diberikan secara gratis oleh sekolah. Sedangkan sisanya sebanyak 8 buah lagi harus membeli melalui pihak sekolah.

 "Kami juga pernah menanyakan kepada pihak sekolah tentang dana BOS diperuntukan buat apa aja, soalnya kami ingin tahu alokasi anggaran tersebut," ujarnya.

Sementara, Saefudin, Kepala SMPN 1 Kapetakan, ketika ditemui di tempat kerjanya sedang tak ada di tempat, karena lagi ada rapat di luar. Namun, Staf Tata Usaha (TU), Wawi membenarkan adanya penjualan buku LKS dilakukan sekolahnya. Akantetapi, penjualan buku paket atau LKS sebanyak 8 mata pelajaran itu dilakukan sekolah tanpa ada paksaan.

 "Sekolah hanya memberikan saran saja, bagi siswa yang mau membeli kekurangan LKS silahkan saja. Sebab sekolah hanya bisa memberikan gratis buku LKS sebanyak 4 buah, sedangkan sisanya silahkan siswa membeli sendiri," jelasnya.

Sekedar Informasi, siswa di SMPN 1 Kapetakan di kelas 7 ada 320 siswa, kelas 8 sebanyak 314 siswa, kelas 9 ada 314 siswa, jadi total murid di sekolah itu mencapai 948.

Seperti ditegaskan Dedi Nurul, Ka Disdik Kabupaten Cirebon, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait marak tersiar kabar penjualan buku LKS dilakukan sekolah. Dimana dalam surat edaran tersebut, Disdik melarang keras adanya transaksi antara guru dengan siswa untuk pembelian buku LKS tersebut.

 "Surat edaran itu sudah disebarkan ketiap sekolah, baik SD maupun SMP yang ada di Kabupaten Cirebon," ujarnya.

Dedi menjelaskan, sesuai yang diatur dalam Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) No 2 Tahun 2008 tentang buku, didalam pasal 11 secara garis besarnya baik sekolah, komite ataupun koperasi dilarang menjadi distributor buku.

 "Kalau masih ada sekolah yang melakukan jual beli buku kepada siswa, kita tidak segan-segan untuk menindak tegas," tukasnya. GYO/HEN (C.12)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger