' SMPN 1 Cikarang Selatan Marak Pungli - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » SMPN 1 Cikarang Selatan Marak Pungli

SMPN 1 Cikarang Selatan Marak Pungli

Written By dodi on Monday, October 15, 2012 | 7:00 AM


KAB.BEKASI (LJ) - Pendidikan gratis wajib belajar (wajar) 9 tahun sepertinya tidak berlaku di semua sekolah, sebab masih ada sekolah yang melakukan "Pungutan Liar" (Pungli) kepada orang tua murid dengan berbagai dalih atau alasan. Bahkan, ada juga yang berdalih rapat komite, hal itu semata-mata di lakukan sekolah atau komite untuk melakukan kutipan kepada orang tua murid, tidak sedikit kutipan tersebut, di ketahui atau di laporkan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Seperti halnya di SMPN 1 Cikarang Selatan, untuk tahun ajaran (TA) 2012/2013, banyak orang tua murid harus pasrah mengelus dada karena harus rela mengeluarkan sejumlah uang, agar anaknya dapat mengecap pendidikan di sekolah tersebut.

Salah satu orang tua murid yang minta namanya tidak ditulis di koran ini, "Dari tahun ajaran baru dimulai, sampai saat ini  kurang lebih Rp775.000,- yang sudah di keluarkan, untuk anak saya yang sekolah di SMPN 1 Cikarang Selatan," ujar dia ketika ditemui wartawan, kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, jumlah tersebut antara lain Rp350.000, untuk seragam dan pelengkap sekolah Rp125.000, untuk LKS yang di beli tempat Foto copy depan sekolah, Rp200.000, untuk sumbangan pembangunan, Rp100.000, untuk sumbangan conblok halaman sekolah," paparnya.

Sementara itu, Kepsek SMPN 1 Cikarang H. Kasmita saat di temui di ruang kerjanya mengatakan, terkait maraknya kutipan yang di keluhkan orang tua murid, semua itu tidak benar. "Hal itu, tidak benar sumbangan Rp200.000, untuk pembangunan masjid dan Rp100.000, sumbangan untuk conblok lapangan sekolah semua itu hasil rapat komite dengan orang tua murid, masalah LKS sekolah tidak menjual LKS. Tetapi jika di foto copy saya tidak pungkiri," ujar Kasmita kepada LINGKAR JABAR.

Dia menambahkan, terkait seragam itu adalah koperasi sekolah yang menjualnya. Dan sekolah ini, mempunyai berbadan hukum atau terdaftar di Disperindagkop. “Saya tidak tau, koperasi tersebut terdaftar atau tidak, sebab saya baru 1 tahun menjabat kepsek,” kilahnya.

Ditempat terpisah, Cecep Ketua Komite yang juga menjabat anggota DPRD Kabupaten Bekasi mengatakan, terkait maraknya kutipan yang ada di sekolah, pihaknya belum mengetahui dengan pungutan tersebut. "Saya baru 1 bulan menjabat komite, untuk Rp100.000, itu, saya baru mengetahui dan itu adalah sumbangan para orang tua murid untuk Conblok lapangan sekolah tersebut. Dan yang lainnya, saya tidak tau dan silahkan tanya kepseknya," Jawab dia, lewat pesan singkat (sms). HSR  
       

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger