' Polda Jabar Gelar Pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya 2012 - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Polda Jabar Gelar Pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya 2012

Polda Jabar Gelar Pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya 2012

Written By dodi on Tuesday, October 23, 2012 | 7:00 AM


BANDUNG (LJ)- Dalam rangka pengamanan tahapan-tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat tahun 2013, Polda Jabar, Senin (22/10) menyelenggarakan pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya 2013. Pelatihan dilaksanakan selama empat hari mulai Senin sampai dengan Kamis bertempat di Mako Sat Brimob Polda Jabar Cikeruh Kabupaten Sumedang.

Peserta pelatihan sebanyak 750 personel terdiri dari anggota personel Mapolda Jabar serta personel dari Polres jajaran Polda Jabar. Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno, SH. dalam sambutannya yang disampaikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs Hengkie Kaluara pada pembukaan Pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya-2013 tersebut mengatakan bahwa Pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya-2013 merupakan momentum penting dan strategis, guna mendukung kesuksesan Operasi Praja Lodaya-2013.

Hal tersebut sebagai implementasi dari tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai dan kondusif menjelang, selama dan pasca pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat.

Oleh karenanya, lanjut Kapolda, dengan dilaksanakannya Pelatihan Pra Operasi Praja Lodaya-2013 ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan personil Polri yang terlibat, dengan dilandasi pengetahuan teknis dan taktis tugas operasi kepolisian, serta memantapkan keterpaduan fungsi operasional Polri dan unsur terkait lainnya, dalam pelaksanaan Operasi Praja Lodaya-2013.

"Memperhatikan dinamika sosial dan politik yang terjadi di Jawa Barat, maka berbagai pentahapan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tersebut, tentunya dapat berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan yang apabila tidak diantisipasi dan ditangani dengan baik, dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran dan kesuksesan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan dilaksanakan," jelas kapolda.

Dalam kesempatan itu, kapolda menambahkan berbekal pengalaman pemilihan kepala daerah di beberapa wilayah di Indonesia, yang diwarnai dengan aksi massa, sebagai bentuk ketidakpuasan para pendukung pasangan calon kepala daerah yang tidak terpilih.

"Aksi massa yang awalnya berjalan kondusif, namun karena adanya provokasi dan tidak tertangani dengan baik, dalam perkembangannya tidak jarang berlanjut konflik komunal dan cenderung bertindak anarkhis, sehingga situasi kamtibmas menjadi tidak menentu, yang berdampak pada timbulnya kerugian harta benda, korban jiwa, serta terhambat atau lumpuhnya aktivitas masyarakat,"paparnya.

Walaupun penyampaian pendapat dimuka umum merupakan hak warga negara dan dilindungi oleh Undang-Undang, tegas Kapolda, namun apabila dilaksanakan dengan melanggar hukum, hal tersebut tentunya sebuah ironi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang menjungjung tinggi hukum, HAM, keadilan dan demokrasi.

"Dengan demikian, kita semua berharap, bahwa setiap tahapan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, sebagai cerminan karakter masyarakat Jawa Barat, yang terkenal memiliki kesadaran hukum yang tinggi, serta memiliki jiwa kekeluargaan, kebersamaan dan solidaritas sosial yang tinggi, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana," imbuhnya.//HER.

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger