' Penderita HIV/AIDS di Kota Bandung Hampir Tiga Ribu Orang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Penderita HIV/AIDS di Kota Bandung Hampir Tiga Ribu Orang

Penderita HIV/AIDS di Kota Bandung Hampir Tiga Ribu Orang

Written By dodi on Thursday, October 4, 2012 | 7:00 AM

BANDUNG - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung menemukan sebanyak 2.819 orang penderita HIV/AIDS di Ibukota Provinsi Jabar itu. Namun jumlah itu masih di bawah nilai estimasi penderita HIV/AIDS yang ditetapkan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) pada 2009 sebanyak 3.781 orang. Meski begitu, selama enam tahun ini tren penularan HIV/AIDS terhadap ibu rumah tangga terus naik.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung Koswara Songka mengatakan persentase temuan kasus HIV/AIDS pada ibu rumah tangga meningkat delapan persen sejak 2006. "Pada 2012 ini, ada 10,54 persen kasus penularan pada ibu rumah tangga," katanya saat ditemui di Balai Kota Bandung, baru-baru ini.

Menurut Songka, kasus penderita HIV-AIDS di Kota Bandung sama halnya dengan kota lain, seperti fenomena gunung es yang hanya tampak di permukaan saja. "Yang ditemukan ini baru sebagian kecilnya sedangkan jumlah yang terpapar jauh lebih besar daripada itu, ini yang harus diwaspadai serta diantisipasi," tuturnya.

Dia mengatakan peningkatan tren penularan HIV/AIDS terhadap ibu rumah tangga diketahui berawal dari anak yang terpapar. Sebelumnya, para ibu rumah tangga itu tidak menyadari kalau sudah terpapar HIV/AIDS. "Ketahuannya setelah anak mereka sakit-sakitan dan ternyata sudah terpapar HIV/AIDS, baru kemudian ibunya dites laboratorium dan diketahui sudah terpapar," tuturnya.

Dia mengatakan penyebaran HIV/AIDS di kalangan pengguna narkoba suntik yang didominasi kaum muda masih menempati urutan pertama penularan. Hanya saja, tingkat prevalensinya sudah menurun 25 persen beberapa tahun terakhir ini karena banyak program fokus di sana.

Sementara di Kabupaten Karawang, KPA menemukan 283 penderita HIV/AIDS. Ironisnya, dari sebanyak itu, 50 persen di antaranya adalah kaum hawa. Mereka didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga dan penjaja seks komersial (PSK). Bahkan, jumlah penderita HIV/AIDS diprediksi melebihi dari data yang ada di KPA. Pasalnya, keberadaan penderita penyakit mematikan ini sangat sulit untuk dideteksi.

Staf KPA Karawang Awan Gunawan mengatakan dari tahun ke tahun, penderita HIV/AIDS semakin bertambah. Bahkan, pada empat tahun terakhir tren penyebarannya bukan lagi melalui jarum suntik melainkan seks bebas. “Sebab, perilaku seks bebas jauh lebih mudah ketimbang menggunakan narkoba,” katanya kepada wartawan, belum lama ini. Dijelaskannya, jumlah penderita HIV/AIDS yang terekap KPA sebanyak 283 orang itu, merupakan akumulasi sejak lima tahun terakhir.

Ke depan, pihaknya menaksir kecenderungannya akan terus meningkat. Untuk itu, KPA berserta intansi terkait tetap konsen memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama, bagi kalangan remaja yang rentan melakukan seks bebas maupun pengguna narkotika melalui jarum suntik. Selain melibatkan instansi, pihaknya juga menggandeng penyuluh dan tokoh agama. Pasalnya, mereka sangat dekat dengan masyarakat. Sehingga, bisa memberikan pengetahuan mengenai bahaya dari seks bebas dan penggunaan narkoba.

Menurut dia, perilaku seks bebas atau bergonta-ganti pasangan memang menjadi penyebab utama terinfeksinya penderita HIV/AIDS. Bahkan, tak sedikit penularannya melalui pasangan seks tetap (istri atau suami). Dengan kata lain, HIV/AIDS tak hanya mengancam PSK saja. Melainkan, ibu-ibu rumah tangga yang tinggal dirumah turut menjadi sasaran penyakit ini. FER/WAN

Untuk itu, lanjut dia, salah satu upayanya yakni dengan meningkatkan kegiatan sosialisasi HIV/AIDS. Dia berharap, dengan sosialisasi ini masyarakat bisa mengenal dan memahami apa itu HIV/AIDS. “Kami berikan pengetahuan mengenai penularan dan pencegahannya,” ujar dia.

Selain itu, lanjutnya, sosialisasi ini diharapkan mampu menekan dan mendeteksi dini penyebaran serta memantau penderita HIV/AIDS. Ketika sudah terdeteksi, mereka akan dibina. Supaya, mereka bisa mencegah penularannya.

Kepala Dinas Kesehatan Karawang Yuska Yasin mengatakan pihaknya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang terinfeksi HIV/AIDS. Untuk pengobatan, bisa dilakukan di 15 Puskesmas. Pelayanan yang ada di Puskesmas ini, untuk memudahkan jangkauan masyarakat. Selain itu, guna menjaga kerahasian identitas yang terinfeksi tersebut.

Selain pelayanan Puskesmas, pada tahun ini Dinkes bekerja sama dengan KPA mengadakan roadshow sosialisasi di tujuh kelurahan dan lima desa di Karawang. “Tujuh kelurahan dan lima desa itu, paling rawan terhadap penyebaran HIV/AIDS,” jelasnya.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger