' Pembebasan Lahan di Bocimi Bagai Bom Waktu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pembebasan Lahan di Bocimi Bagai Bom Waktu

Pembebasan Lahan di Bocimi Bagai Bom Waktu

Written By dodi on Monday, October 22, 2012 | 7:00 AM

KAB.BOGOR,(LJ)-Ketidakpastian pembayaran ganti untung lahan mega proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), membuat dilematis sebagian warga pemilik lahan, terutama warga yang berprofesi sebagai petani.

Alasannya cukup mendasar, kini mereka kebingungan menggarap lahan miliknya, karena khawatir tanaman mereka sewaktu-waktu terganggu dengan proses pembangunan tol, karena lahannya terlanjur difloting tim pembebasan (P2T).  Sementara, hingga kini pihak terkait, belum sepeserpun membayar lahan mereka.

Terlebih, kini telah memasuki musim penghujan, yang merupakan musim tanam, bagi para pemilik lahan (petani).

"Belum ada kejelasan, kapan tanah kami akan dibayar. Padahal, kini sudah memasuki musim penghujan, lahan itu bisa kami berdayakan dengan bertani kembali", keluh Mamun, pemilik lahan di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin kemarin.

Ketidakpastian pembayaran lahan mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Seperti tokoh masyarakat, baik tokoh setempat yang berada di wilayah setempat maupun luar wilayah.

Mereka masih mengutip dengan jelas janji yang pernah diucapkan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), saat melakukan peletakan batu pertama, di desa Ciherangpondok tahun lalu. Saat itu Aher mengatakan,  pembayaran lahan warga tidak akan mengalami kendala apapun.

"Kondisi ini jelas bisa memicu kemarahan warga.  Pasalnya, pemilik tanah sekarang dibuat pusing, dengan tidak adanya kejelasan dari pihak terkait. Dan pastinya hal ini bisa menimbulkan kekisruhan, suatu hari nanti, jika pihak terkait tidak segera memberikan kepastian" papar Amad Iskandar, salah seorang tokoh masyarakat Ciawi.

Menurut dia, kemarahan warga pemilik lahan, laksana bom waktu, yang tinggal menunggu kapan saatnya meledak. Karena kata dia, kesabaran warga ada batasnya. Akibatnya,  pemerintahan desa kembali menjadi sasaran pelampiasan kemarahan mereka.

Seperti diberitakan, warga pemilik lahan disejumlah desa di wilayah Cigombong, mulai pesimistis dengan wacana mega proyek tol sepanjang 54 kilometer itu.  Bahkan tak sedikit, patok pembatas tol yang sudah masuk floting peta rincik, mulai raib.

Mereka mengancam, akan mencabut patok tersebut, jika hingga akhir tahun ini, pihak terkait diantaranya P2T, TPT serta Transjabar Tol tak kunjung membayar lahan mereka.Bahkan tersiar kabar, mereka akan mendatangi kantor TPT untuk meminta kejelasan.

"Ah kalau memang tidak ada kejelasan, apa susahnya kita cabut patoknya, daripada hanya membuat kita bingung.  Kalau sudah hilang kesabaran, bukan tak mungkin, pemilik lahan berbondong-bondong mendatangi kantor TPT, bila perlu ke kantor Trans Jabar Tol, " cetus Apud, warga Ciadeg, Kecamatan Cigombong. (ASP)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger