' Orangtua Siswa Ancam Laporkan Oknum Guru - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Orangtua Siswa Ancam Laporkan Oknum Guru

Orangtua Siswa Ancam Laporkan Oknum Guru

Written By dodi on Tuesday, October 9, 2012 | 7:00 AM


KAB CIREBON (LJ)- Samudi, orangtua Farid Hasyim siswa kelas VIII MTS Hidayatul Mubtadiin mengancam bakal melaporkan oknum guru yang tega mencukur rambut anaknya. Warga Desa Guwa Lor Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon itu mengaku, pasca peristiwa pencukuran rambut anaknya sampai gundul, dari pihak sekolah sama sekali tak ada yang datang menjenguk maupun menanyakan kondisi Farid.
 "Pastinya perbuatan oknum guru itu akan kami laporkan kepada pihak berwajib, karena akibat kejadian tersebut anak kami sampai sekarang menjadi trauma," ungkapnya kepada wartawan, kemarin.
Menurut Samudi, sudah hampir satu pekan setelah kejadian pencukuran itu, Farid menjadi tidak mau lagi pergi ke sekolah. Alasannya, selain takut oleh oknum guru, juga mengalami trauma mendalam.
 "Memang saat kejadian itu, bukan saja anak kami yang mendapat hukuman, tetapi beberapa temannyapun yang rambutnya gondrong mengalami hal serupa," ujarnya.

Sementara, Akhsin, Kepala MTS Hidayatul Mubtadiin saat dikonfirmasi terkait adanya siswa yang trauma akibat rambutnya digunduli seorang guru, dia mengaku tidak mengetahui kasus tersebut. Namun, dia membenarkan adanya aturan sekolah yang melarang siswa berambut gondrong. "Mengenai siswa yang mogok sekolah akibat digunduli, kami baru tahu," akunya.

Ketua Jaringan Advokasi Mayarakat Pinggiran (JAMPI), M. Khasanudin menyayangkan masih terjadinya kasus kekerasan dalam dunia pendidikan. Ia mengungkapkan, kekerasan dalam pendidikan menjadi problem terselubung yang bila tidak diselesaikan akan menjadi masalah serius untuk pendidikan di Indonesia.

"Kekerasan dalam pendidikan bagaikan puncak gunung es dan merupakan masalah yang tidak pernah tersentuh," jelasnya.

Dia menyebutkan, kekerasan yang dilakukan oknum guru kepada siswa, antara lain dilempar penghapus dan penggaris, dijemur di lapangan, digunduli dan dipukul.  "Ada juga siswa mengalami kekerasan psikis dalam bentuk bentakan dan kata makian, seperti bodoh, goblok, dan sebagainya," tukas Khasanudin. MAR/PIP (C12)
Share this article :

1 komentar:

Anonymous said...

wualah ada ada saja .....jaman pendidikan udh moderen mash aja .....

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger