' Nelayan Curhat ke Gubernur Pemprov Jawa Barat Berikan Bantuan Dua Kapal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Nelayan Curhat ke Gubernur Pemprov Jawa Barat Berikan Bantuan Dua Kapal

Nelayan Curhat ke Gubernur Pemprov Jawa Barat Berikan Bantuan Dua Kapal

Written By dodi on Wednesday, October 24, 2012 | 7:00 AM

KAB CIREBON (LJ)- Keluhan para nelayan asal Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon terhadap kondisi Sungai Ciberes yang telah terjadi pendangkalan akhirnya dicurahkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Para nelayan mencurahkan seluruh unek-uneknya kepada orang nomor satu di Jawa Barat itu saat menghadiri acara penutupan Gebyar Pantura (Gerakan Membangun Masyarakat Pantai Utara), Selasa (23/10) yang dipusatkan di Desa Gebang Mekar.

Pendangkalan Sungai Ciberes ini dirasakan sangat menghambat aktivitas nelayan di kawasan itu. Sebab, kedalaman yang tinggal sekitar dua meter, membuat kipas motor perahu para nelayan sulit bergerak.

“Karena sungai dangkal, perahu kami tidak bisa bergerak dengan cepat saat akan berangkat menuju laut. Akibatnya, sering terjadi antrian panjang perahu nelayan," aku Sadikin, seorang nelayan yang mencurahkan perasaannya kepada Gubernur Jawa Barat saat penutupan Gebyar Pantura, kemarin.

Dihadapan Ahmad Heryawan, Sadikin berharap agar pemerintah memberikan perhatian dan bantuan untuk menyelesaikan akibat pendangkalan sungai tersebut. Bahkan mereka (nelayan,red) menginginkan adanya program pengerukan Sungai Ciberes agar aktivitas nelayan kembali normal seperti sediakala.

"Kami ingin pengerukan itu dilakukan secepatnya, baik melalui bantuan Pemkab Cirebon maupun Provinsi Jawa Barat," ujarnya.

Kuwu Desa Gebang Mekar, Torin mengakui terjadinya pendangkalan di lokasi Sungai Ciberes yang menyebabkan aktivitas para nelayan menjadi terhambat.
"Memang selama terjadi pendangkalan, banyak nelayan yang mengadukan kepada kami," paparnya.

Kuwu menjelaskan, kondisi Sungai Ciberes yang saat ini kedalamannya kurang dari dua meter, membuat perahu nelayan sulit bergerak. Kenapa, karena kipas perahu motor mereka seringkali tersangkut material penyebab pendangkalan.

Terakhir kali Sungai Ciberes dilakukan pengerukan, lanjut Torin, sekitar sepuluh tahun silam. Sehingga hal wajar jika sungai itu kembali terjadi pendangkalan.

"Makanya, pengerukan sungai tersebut dirasakan sudah sangat perlu dilakukan segera. Terlebih saat ini ada 500 nelayan di desa kami dan mereka sangat bergantung pada sungai dan laut sebagai sumber penghidupan,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan nelayan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon untuk mengatasi masalah tersebut.
“Apa yang menjadi keluhan para nelayan disini, pada prinsipnya Pemprov Jawa Barat siap membantu jika diperlukan,” jelasnya.

Selain berjanji segera merealisasikan pengerukan, Politisi PKS ini juga mengungkapkan, Pemprov telah memberikan bantuan dua kapal berukuran 30 Gross Tone (GT) senilai Rp3 miliar untuk para nelayan Gebang.

“Kami melihat nelayan di Kabupaten Cirebon sebagian besar baru menggunakan kapal berukuran 10 GT, jadi kami stimulai dengan bantuan kapal besar agar hasil tangkapannya semakin banyak,” tukas Ahmad Heryawan. EKA. C.12
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger